Bata ekspos merupakan salah satu elemen yang kerap hadir pada bagian interior rumah kekinian. Dinding bata yang diisi semen, disusun dengan rapi dan tak dilapisi lagi.

Seorang perempuan duduk di samping dinding bata ekspos - Rumah123.com Seorang perempuan duduk di samping dinding bata ekspos (Rumah123.com/Getty Images)

Dengan minim usaha, dan minim biaya, kesan yang diciptakan justru sangat unik dan nyaman dipandang mata. Apalagi bata ekspos tak lekang oleh waktu dan cocok dipadukan dengan berbagai gaya arsitektur. Mulai dari industrial, tradisional, modern, eklektik, maupun kontemporer. 

Apabila kamu mau mengaplikasikan bata ekspos pada interior rumah, sebaiknya ketahui dulu plus dan minusnya. Ikut tren boleh saja, tapi sebaiknya kamu juga tahu risiko yang akan didapatkan. Untuk itu, simak dulu yuk kelebihan dan kekurangan dari penggunaan bata ekspos pada interior rumah berikut ini! 

Kelebihan menggunakan bata ekspos pada interior rumah

- Lebih hemat biaya bahan bangunan karena kamu hanya perlu melapisi dinding bata dengan cairan coating untuk menghindari jamur dan debu pada permukaan dinding

- Tak membutuhkan perawatan khusus seperti kayu atau keramik

- Bersifat netral hingga sangat mudah dipadukan dengan berbagai gaya arsitektur

- Unik, kekinian, dan tak lekang oleh waktu sehingga kamu tak perlu sering-sering menggantinya dengan desain lain

Kekurangan menggunakan bata ekspos pada interior rumah

- Mudah lembab dan berlumut, karena bata yang telah disusun tak dilapisi lagi dengan semen

- Ketika retak, debu akan bertebaran sehingga bisa mengganggu pernapasan

- Butuh waktu dan ketelitian lebih untuk menghasilkan susunan bata yang presisi, sehingga proses pemasangan bisa lebih lama

- Susah untuk memasang sesuatu di dinding karena proses pemakuan atau pengeboran akan membuat bata cepat rusak

Tips jika kamu menggunakan bata ekspos pada interior rumah

Itu dia daftar kelebihan dan kekurangan bata jika digunakan pada interior rumah. Nah, jika kamu tetap mau menerapkannya pada hunianmu, maka sebaiknya simak tips-tips berikut:

Bersihkan permukaan bata

Selesai menyusun bata, kamu perlu membersihkan permukaannya dengan menggunakan campuran cuka dan air. Semprotkan ke seluruh bagian, gosok dengan handuk, sikat dengan sikat lembut untuk membersihkan tanah yang masih tersisa. 

Lapisi dengan coating

Lantaran tak dilapisi lagi dengan semen, bata ekspos rentan lembab dan berdebu. Untuk mengakalinya, kamu bisa melapisi susunan bata dengan lapisan coating khusus yang banyak dijual di pasaran. Lakukan tahap ini setelah kamu membersihkan permukaan bata terlebih dahulu.

Sesuaikan tampilan warna akhir sesuai konsep

Bata bisa hadir dengan berbagai warna tampilan akhir. Setiap warna tentunya akan menciptakan kesan yang berbeda-beda pada interior rumah. Untuk itu, kamu perlu menyesuaikannya terlebih dahulu dengan konsep keseluruhan yang diusung oleh hunianmu.

Bata merah alami bisa menciptakan kesan hangat, sangat cocok untuk diterapkan pada kamar tidur. Bata putih menciptakan kesan bersih dan modern, bisa diterapkan pada ruang tamu atau kamar mandi. Bata biru langit bisa menyeimbangkan langit-langit yang polos. Cocok untuk hunian bergaya Skandinavian. 

Bagikan: 1867 kali