Foto: Rumah123/Getty
 

Masih muda sudah punya rumah itu keren lho! Meskipun kamu baru lulus kuliah dan baru jejakin kaki di dunia kerja, gak berarti “haram” mikirin punya rumah.

Terus, dari mana ceritanya kalau baru mulai kerja bisa beli rumah? Pasti ada caranya dong. Tahu sama tahulah kita, yang namanya menabung itu pasti susaaahhh... banget. Lebih-lebih buat kamu yang masih menyandang “fresh graduate”. Itu tugas berat sekaliii.... Karena gaji masih satu digit, bisa-bisa gigit jari kalau giat menabung.

Gajimu masih kecil? Eh, pernah gak dengar ungkapan, “Berapa pun gaji akan cukup untuk hidup. Tapi, berapa pun besarnya gaji gak akan cukup untuk membiayai gaya hidup.” Nah, ungkapan itu mengandung arti bahwa berapa pun gajimu pasti cukuplah buat hidup.

Baca juga: Kalau Milenial Mau Memaksa Menabung, Bisa Kok Punya Hunian

Bahkan, buat kamu yang belum punya pekerjaan tetap sekalipun, masih mungkin untuk menabung. Menabung Rp100.000 atau Rp200.000 per bulan, lama-lama juga bisa mencapai jumlah yang besar.

Sedangkan buat kamu yang sudah punya pekerjaan tetap, berarti ada dana tetap yang bisa ditabung karena kamu setiap bulan terima yang namanya gaji, bukan? Khusus buat kamu yang terkategori ini, sebaiknya kamu menetapkan besaran jumlah uang yang ditabung setiap bulannya, semisal Rp500 ribu, Rp1 juta, dan seterusnya. Setelah menetapkan, tentu saja kamu berkomitmen untuk melaksanakannya, bukan sekadar niat doang.

Begitu terima gaji, dana menabung sudah langsung dikirim ke tabungan. Jangan sebaliknya, kamu belanjakan dulu baru sisanya ditabung. Kalau yang seperti ini bakalan gak ada sisanya deh.

Baca juga: Disiplin Menabung, Kunci Tercapainya Dana DP Rumah

Nah, setelah dialokasikan untuk menabung, kini kamu gunakan sisanya sebisa mungkin alias kamu mesti berakrobat. Tak usah takut dulu, sering-sering berakrobat kamu jadi kreatif kok untuk putar otak supaya uang sisa gajimu cukup untuk pengeluaran selama sebulan.

Kalau kamu punya rencana dan tujuan, dalam hal ini pengin punya rumah selagi muda, maka kamu pastinya bisa berkorban untuk memangkas gaya hidupmu yang biasanya dananya besar tanpa kamu sadari atau nyadar. Berikut ini empat hal yang bisa kamu siasati:

Tempat Tinggal

Kalau kamu bekerja di kota yang sama dengan orangtuamu, gak perlu kamu kost atau cari hunian lain. Meski mungkin kamu diledek “anak Mama”, jangan dipusingkan, yang penting kan gratis.

Akan tetapi, kalau tempat kerjamu jauuu...hhh dari rumah orangtua, ya terpaksa ngekos-lah. Namun, carilah tarif kost yang paling murah meskipun itu kurang nyaman. Kalau mau nyaman, nanti saja kalau kamu sudah berhasil punya rumah.

Baca juga: Mau Cepet Mapan? Beli Hunian!

Makan dan Nongkrong

Orang kantoran meskipun punya gaji, tapi pengeluarannya kadang besar sekali tanpa disadari. Makan itu memang keharusan bagi orang hidup, bukan? Tapi, apa yang dimakan dan di mana tempat kamu memilih tempat makan harus selektif kalau kamu punya rencana dan tujuan beli rumah selagi muda.

Kalau kamu punya kebiasaan nongkrong di kafe atau di mal, hindari dulu kebiasaan ini. Sekali nongkrong di tempat-tempat seperti ini, kamu tahu sendirilah berapa besar isi kantong yang keluar.

Kalau kamu makan di luar kantor, tetapkan bujet sekali makan, semisal Rp25.000. Atau kalau kamu ingin benar-benar irit, bawalah bekal makan siang dari rumah, atau dari warung makan dekat rumah yang mungkin harganya lebih murah.

Baca juga: Doyan Liburan Ga Ngenyangin Kantong Lho!

Kalau kamu hobi nongkrong di kafe atau mal dan hobi nonton di bioskop, bisa dipastikan kamu gak bisa menabung. Coba kamu hitung lagi, biaya kopi dan ngemil di mal itu lebih mahal daripada biaya makan siang sehari-hari, iya kan? Jadi, jangan sering-sering ke mal atau bioskop. Sekali-sekali sih gak apa-apa dong untuk gaul.

Transportasi

Biaya transportasi memang bisa jadi menguras kantong kalau kamu tak mau mengorbankan kenyamanan. Kalau kamu sudah punya kendaraan pribadi, pikirkan lagi apakah pengeluaran kamu jadi lebih irit atau malah boros kalau kamu bawa pergi-pulang dari hunian ke kantor.

Saat ini banyak pilihan transportasi: busway, kereta api, berbagai transportasi online, mungkin yang akan menyusul LRT dan MRT. Kalau memanfaatkan sarana transportasi umum tersebut bisa lebih irit, kenapa kamu harus bawa kendaraan pribadi.

Baca juga: Siapa Bilang Gaji Kecil Tak Bisa Cicil Rumah?

Olahraga

Orang muda seperti kamu biasanya ketawa kalau disarankan berolahraga. Tapi, sehat itu murah lho... sakit itu mahal. Gak percaya? Coba tanya dokter atau rumah sakit berapa biaya berobat saat ini.

Karena sakit itu mahal, orang berusaha sehat lewat olahraga. Masalahnya, olahraga yang bagaimana? Kalau nge-gym yang kamu pilih, boleh jadi biayanya aduhai.

Gimana kalau kamu memilih yang lebih irit tapi tetap bisa sehat, semisal jogging di sekitar rumah atau kantor. Jogging adalah olahraga yang murmer (murah-meriah). Daripada duitmu kepotong besar  untuk nge-gym, lebih baik ditabung, bukan?

Nah, sudah siap berakrobat untuk bisa beli rumah?

Bagikan: 1505 kali