mrt jakarta- rumah123.com Sejak Beroperasi Pada Akhir Maret 2019, Jumlah Penumpang MRT Jakarta Telah Melampaui Target. Pada Oktober 2019, Jumlah Penumpang Per Hari Bisa Mencapai 117.000 Orang (Foto: Rumah123/Getty Images)

MRT Jakarta telah beroperasi sejak Maret 2019. Selama tujuh bulan beroperasi, MRT Jakarta sukses dalam mencapai target jumlah penumpang.

Masyarakat Jakarta telah memiliki transportasi massal yang baru dan modern. MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta telah resmi beroperasi sejak 24 Maret 2019. Jelang akhir Oktober 2019, MRT telah beroperasi lebih dari tujuh bulan.

Sejak beroperasi, masyarakat antusias untuk mencoba MRT yang memiliki nama resmi Ratangga. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memberikan nama Ratangga.

Baca juga: Yogyakarta Berencana Memiliki MRT Pada 2022

Laman berita online Kompas.com melansir bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan jumlah penumpang harian MRT Jakarta mencapai 100.000 orang pada akhir 2019. Target itu sepertinya akan tercapai.

Pada akhir Juli 2019, jumlah rata-rata pengguna MRT Jakarta sudah mencapai 94.824 orang per hari. Secara persentase, jumlah ini naik 15,9 persen dari bulan sebelumnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan bahwa target saat awal beroperasi, jumlah penumpang MRT mencapai 65.000 penumpan per hari pada akhir 2019.

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Operator MRT Jakarta Telah Bersiap Antisipasi Banjir

Namun, pada Oktober 2019, jumlah penumpang per hari sudah mencapai 117.000 penumpang per hari. Jumlah kenaikan penumpang memang signifikan.

Jumlah penumpang yang meningkat disebabkan masyarakat terbantu dengan kehadiran lahan parkir park and ride di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Para penumpang MRT hanya perlu memarkir kendaraan dan kemudian menggunakan MRT.

MRT Menjadi Transportasi Massal yang Tepat Waktu dan Ramah untuk Semua Kalangan

Syafrin menyatakan MRT merupakan moda transportasi yang ramah bagi siapa saja. Mereka yang tergolong lansia (lanjut usia), ibu hamil, dan kaum disabilitas bisa mengakses transportasi massal ini padahal belum ada petugas khusus yang bisa mendampingi.

Para petugas dan awak kabin telah memperoleh pelatihan untuk menangani lansia dan kaum disabilitas. Jika ada penumpang yang membawa kursi roda, petugas telah mengetahui bagaimana mengarahkannya.

Syafrin juga mengklaim mengenai ketepatan waktu kedatangan, waktu tempuh, dan waktu berhenti kereta di setiap stasiun. Persentasenya mencapai 100 persen dari total 6.159 perjalanan.

Baca juga: Stasiun MRT Akan Memiliki Tempat Parkir Sepeda

Ketepatan waktu ini membuat masyarakat mulai beralih menggunakan MRT Jakarta. Apalagi sejumlah kawasan yang dilewati MRT Jakarta termasuk dalam area pembatasan kendaraan sistem ganjil genap.

Pembangunan MRT Fase Kedua dan Ketiga

MRT Jakarta fase 1 memiliki rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Rute ini memiliki 13 stasiun dengan panjang rute mencapai 16 kilometer.

Rute ini memiliki enam stasiun bawah tanah yaitu Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia. Sementara sisanya, tujuh stasiun berada di ketinggian atau elevated. Tujuh stasiun ini adalah Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan ASEAN.

Operator MRT Jakarta, PT MRT Jakarta mulai membangun dua fase MRT lainnya. MRT fase kedua memiliki rute Bundaran Hotel Indonesia-Kota. Sementara fase kedua mempunyai rute Kalideres-Cempaka Baru. Pembangunan MRT fase kedua dimulai pada 2020 dan ditargetkan selesai pada 2024.

Baca juga: MRT Akan Sediakan Ruang Baca di Seluruh Stasiun

Bagikan: 1163 kali