Setelah Diguncang Gempa Beberapa Waktu Lalu, Pemerintah Mulai Melakukan Rehabilitasi dengan Membangun Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) (Foto: Rumah123/Sky News)

Pembangunan rumah instan sederhana sehat atau Risha ternyata berjalan lambat. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Risha dibangun untuk menggantikan rumah warga yang rusak akibat gempa di Lombok.

Sebelumnya, Lombok sempat diguncang gempa berkekuatan 7 dalam skala Richter pada Agustus 2018. Ratusan orang meninggal. Banyak rumah yang roboh dan juga rusak parah.

Pemerintah mulai melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi Lombok dengan membangun Risha. Rumah ini merupakan hasil penelitian dan pengembangan Kemen PUPR.

Baca juga: Bambu: Murah, Lentur, dan Tahan Gempa

Basuki menyatakan sekarang kapasitas produksi Risha hanya 50 unit per hari. Sementara, jumlah rumah yang rusak mencapai 75.000 unit. Padahal pembangunan Risha diproyeksikan selesai pada Maret 2019 mendatang. Ini menjadi salah satu kendala.

“Butuh sekitar 250-300 unit (produksi per hari),” ujar Basuki seperti dilansir dari Kompas.com. Basuki juga memaparkan kendala lainnya.

Banyak pekerja yang kurang tekun dalam mengerjakan proyek tesebut. Para pekerja baru mulai bekerja pukul 09.00 WITA, istirahat pukul 14.00 WITA, dan selesai pada 16.00 WITA.

Baca juga:  Bangunan Berbentuk Kubah Ternyata Memang Tahan Gempa

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mengerahkan personil TNI/Polri untuk mempercepat pembangunan Risha. Sedangkan untuk mengatasi produksi Risha, kontraktor lokal juga mulai dilibatkan.

“Sekarang kami sedang meningkatkan produksi, melibatkan kontraktor lokal, sementara bisa dipercepat. Produksinya sekarang baru 40-50 unit per hari, padahal kebutuhannya bisa 400-500 per hari,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H Sumadilaga.

Danis juga mengungkapkan kalau dari total rumah yang rusak, diperkirakan hanya 45.000 rumah yang memerlukan pembangunan ulang dengan konsep Risha.

Baca juga:  Punya Program Rumah untuk Lombok, IYA Siap Gandeng KemenPUPR dan Investor

Bagikan: 179 kali