Ilustrasi. Belanja atau transaksi online kini semakin jadi pilihan kaum muda untuk mendapatkan produk yang dibutuhkannya. Foto: Rumah123/iStock

Transaksi secara onlines saat ini kian meningkat. Menurut data Google, penggunaan ponsel pintar kini mencapai 71 persen. Angka tersebut dinyatakan sebagai yang tertinggi di Asia Pasifik. Tambahan pula, ponsel pintar hampir selalu dalam genggamanan setiap orang.

"Rata-rata kita menghabiskan lebih dari 2 jam sehari online di smartphone. Dua setengah kali lebih lama ketimbang desktop," kata Industry Head sekaligus pakar e-Commerce Google Indonesia, Henky Prihatna, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mau Produk Kamu Laku? Jual Online Dong!

Hal tersebut, menurut Henky, meningkatkan potensi pembelian produk secara online. "Belanja online via ponsel," ujarnya.

Konsekuensi dari peningkatan belanja atau transaksi online saat ini adalah menjamurnya situs digital berbagai bidang, termasuk properti. Country General Manager rumah123.com, Ignatius Untung, mengatakan, transaksi jual-beli properti secara online akan meningkat pada 2017.

"Tahun ini, e-commerce kami meningkat 50 sampai 60 persen. Tahun depan, bisa naik sekitar 70 persen," ucapnya pada acara Industry Outlook garapan Markplus di Hotel Pacific Place Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca juga: 2017, Transaksi Online Sektor Properti Terus Meningkat

Pada 2020, transaksi properti ia prediksi bisa menyentuh angka yang signifikan. Tahun ini saja, transaksi properti di rumah123.com mencapai angka Rp702 triliun.

"Saya menyadari semua industri harus go digital. Dan transaksi digital pada  2020 bisa mencapai Rp1.500 triliun," katanya memprediksi.

Potensi transaksi online yang menjanjikan agaknya juga dilihat oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Bank pelat merah ini akan membangun 514 unit Rumah Kreatif BUMN untuk mendukung pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Mengah) go digital. Program go digital Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha di daerahnya masing-masing.

Baca juga: Ada Peningkatan Transaksi Properti di Rumah123.com "Kami membuka tempat penyuluhan UMKM khususnya yang mau dimasukkan ke dalam pasar e-commerce. Kami bertekad Indonesia akan menjadi negara terbesar dalam mengelola e-digital dan memiliki pelaku UMKM," kata Direktur Utama BRI Asmawi Syam, di JIExpo, Jakarta Pusat, Minggu (18/12) seperti dikutip dari detik.com. Jumlah UMKM di Indonesia yang saat ini sekitar 50 jutaan akan jadi potensi besar e-commerce atau pelaku ekonomi digital. Di Rumah Kreatif BUMN nantinya mereka bisa berkonsultasi.

BRI akan memberi dukungan dalam hal keuangan, pendampingan packaging atau desain kemasan, dan hak kekayaan intelektual terkait paten produk para pelaku UMKM tersebut.

Baca juga: Demi Mudahkan Pelanggan, Informa Luncurkan Aplikasi Online Menurut Asmawi, pada 2017 akan dibangun 514 Rumah Kreatif di seluruh Indonesia. Selain itu, BRI juga punya program co working space yang dirancang bagi kaum dewasa muda yang sarat ide dan inovasi, tapi tak punya modal. Terkait merayakan HUT ke-121-nya,  BRI ikut membawa para pelaku UMKM binaan yang sudah eksis di dunia internasional maupun nasional untuk melebarkan usahanya ke ranah digital. Saat ini, BRI bersinergi dengan Telkom untuk bidang telekomunikasi. BRI juga bekerja sama dengan situs blanja.com agar UMKM dapat memasarkan produknya.

Bagikan: 1055 kali