suku bunga acuan- rumah123.com Bank Indonesia Memutuskan Untuk Mempertahankan Suku Bunga Acuan Pada November 2019 Pada 6,00 Persen. Sebelumnya, Bank Sentral Sempat Menurunkan Suku Bunga Acuan Pada Juli-Oktober 2019. Masyarakat Masih Menanti Penurunan Suku Bunga KPR/KPA (Foto: Rumah123/Getty Images)

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada November 2019. Yang masih dinanti adalah turunnya suku bunga KPR dan juga KPA.

Rapat Dewan Gubernur atau RDG Bank Indonesia telah diselenggarakan pada 20-21 November 2019. Hasilnya, bank sentral tetap menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse Repo Rate.

Namun, Bank Indonesia telah memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah/unit usaha syariah.

Baca juga: 4 Kali Turun Beruntun, Saat Ini Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Jadi 5 Persen

“Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 November 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di 5,00 persen,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo seperti dilansir oleh situs berita online CNBCIndonesia.com.

Perry melanjutkan bahwa kebijakan ini ditempuh untuk menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam meningkatkan pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Bank Indonesia Sempat Menurunkan Suku Bunga Acuan Empat Kali Pada 2019

Bank Indonesia sempat menurunkan suku bunga acuan sebanyak empat kali pada 2019. Sejak Januari hingga Juni 2019, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan berada di angka 6,00 persen.

Pada Juli 2019, Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan. Setelah menggelar Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, bank sentral menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps atau basis poin. Suku bunga turun dari 6,00 persen ke 5,25 persen.

Bank Indonesia terus melakukan penurunan suku bunga dari Juli hingga Oktober 2019. Bank sentral melakukan penurunan 25 bps setiap bulannya pada periode ini.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Bisa Turun Lagi, Bunga KPR/KPA Bakal Ikut Turun Juga?

Dalam kurun waktu empat bulan, suku bunga acuan telah turun sebanyak 100 bps. Suku bunga acuan turun dari 6,00 persen ke posisi 5,00 persen.

Kapan Suku Bunga KPR Turun?

Bank Indonesia sudah menurunkan suku bunga acuan hingga 100 bps. Namun, perbankan belum menurunkan suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen).

Perbankan memerlukan waktu enam hingga sembulan bulan untuk menyesuaikan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia terhadap suku bunga kredit bank. Laman berita online Kompas.com menyitir pernyataan Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor Siahaan.

Tigor yang juga menjabat Ketua Umum Perbanas (Persatuan Bank Swasta Nasional) menambahkan ada sejumlah hal yang menyebabkan transmisi penurunan suku bunga ke bunga kredit masih tertahan. Salah satunya adalah permintaan terhadap kredit bank yang masih belum mulus.

Baca juga: Siapa yang Lebih Diuntungkan Dari Penurunan LTV dan Suku Bunga Acuan BI?

Chief Executive Officer (CEO) Citibank Indonesia Batara Sianturi menyatakan transmisi penurunan suku bunga acuan ke suku bunga perbankan bergantung pada karakter bisnis utama bank.

“Transmisi suku bunga ya kami ingin secepatnya. Jadi banyak semua bank kan kalau sudah diturunkan bagaimana transmisi tak terlalu panjang. Tapi struktur dari pada balance sheet kan berbeda-beda,” ujar Batara.

“Ada yang ritel banking dan lain-lain. Jadi saya tak bisa generalisasi transmisi penurunan suku bunga terhadap setiap bank,” lanjutnya.

Jadi buat kamu yang masih menanti turunnya suku bunga KPR atau KPA, kamu harus menunggu dengan sabar. Awal 2020, tentunya diharapkan suku bunga KPR/KPA telah turun sehingga cicilan semakin ringan dan mempermudah konsumen dalam membeli rumah.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Sudah Turun 3 Kali, Tapi Kok Bunga KPR Masih Tinggi?

Bagikan: 769 kali