suku bunga kpr- rumah123.com Bank Indonesia Mempertahankan Suku Bunga Acuan Pada Desember 2019. Hal yang Sama Dilakukan Pada November 2019. Saat Ini, Suku Bunga Acuan Adalah 5,00 Persen. Masyarakat Masih Menanti Penurunan Suku Bunga KPR dan KPA (Foto: Rumah123/Getty Images)

Bank Indonesia memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan. Bagaimana dengan penurunan suku bunga KPR dan KPA?

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia diselenggarakan pada Rabu-Kamis, 18-19 Desember 2019. Salah satu hasilnya adalah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate pada level 5,00 persen.

“Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Desember 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5 persen,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo seperti dikutip oleh situs berita online CNBCIndonesia.com.

Baca juga: 4 Kali Turun Beruntun, Saat Ini Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Jadi 5 Persen

Sejumlah pengamat ekonomi dan juga perbankan sudah memperkirakan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat 5 persen pada Desember 2019 ini.

Perry mengemukakan sejumlah alasan mengenai kebijakan bank sentral mempertahakan suku bunga acuan. Salah satunya adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada November 2019. Suku bunga acuan pada saat itu adalah 5,00 persen.

Bank Indonesia Sempat Menurunkan Suku Bunga Acuan dari Juli Hingga Oktober 2019

Bank sentral sempat menurunkan suku bunga acuan beberapa kali secara beruntun. Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan pertama kali pada 2019 ini pada Juli.

Saat itu, Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps (basis point) dari 6,00 persen menjadi 5,75 persen pada Juli 2019. Bank sentral menurunkan lagi suku bunga acuan dengan besaran yang sama, 25 bps pada Agustus, September, dan Oktober.

Dalam kurun waktu empat bulan, suku bunga acuan telah turun sebesar 100 bps. Suku bunga turun dari 6,00 persen menjadi 5,00 persen pada Oktober 2019.

Baca juga: Bank Indonesia Diprediksi Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan Pada Oktober 2019

Pada Oktober 2019, Bank Indonesia juga melakukan relaksasi LTV (loan to value) dan FTV (finance to value) untuk sektor properti dan kendaraan bermotor. Uang muka untuk membeli properti turun sebesar 5 persen dari 20 persen ke 15 persen. Relaksasi ini berlaku mulai 2 Desember 2019.

Menanti Penurunan Suku Bunga KPR dan KPA

Suku bunga acuan memang turun, namun suku bunga KPR (kredit pemilikan rumah) dan KPA (kredit pemilikan apartemen) belum turun. Pihak perbankan menyatakan mereka memerlukan waktu untuk menyesuaikan penurunan suku bunga.

Konsumen masih menanti kapan perbankan menurunkan suku bunga KPR dan KPA. Penurunan suku bunga KPR dan KPA tentunya meringankan beban masyarakat yang ingin membeli hunian atau berinvestasi properti.

Apalagi, sudah ada kemudahan berupa penurunan uang muka. Hal ini akan semakin memudahkan orang untuk memiliki hunian.

Baca juga: Siapa yang Lebih Diuntungkan Dari Penurunan LTV dan Suku Bunga Acuan BI?

Bagi kamu yang ingin memiliki hunian atau berinvestasi properti, kamu memang harus memahami sedikit banyak mengenai suku bunga acuan dan LTV. Ketika suku bunga acuan turun, maka perbankan akan menurunkan suku bunga kredit termasuk KPR, KPA, dan lainnya.

Begitu juga sebaliknya. Saat suku bunga acuan naik, maka perbankan juga bakal menaikan suku bunga KPR dan KPA. Naik turunnya suku bunga memang memengaruhi sejumlah sektor, salah satunya properti.

Penurunan memang tidak terjadi cepat. Untuk itu, kamu harus bersabar menanti penurunan suku bunga KPR dan KPA agar bisa mendapatkan cicilan yang terjangkau.

Sementara LTV terkait dengan rasio uang muka. Kalau pemerintah melakukan relaksasi atau pelonggaran LTV, rasio LTV akan dinaikkan namun sebenarnya konsumen akan membayar DP lebih kecil. Semua ini merupakan kebijakan pemerintah yang ingin mendongkrak investasi properti.

Baca juga: BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen, Pasar Properti Bangkit?

Bagikan:
1428 kali