suku bunga acuan- rumah123.com Sebanyak 18 Pengamat Ekonomi Memperkirakan Bank Indonesia Akan Kembali Menurunkan Suku Bunga Acuan Pada Akhir Oktober 2019. Sebelumnya, Bank Sentral Telah Menurunkan Suku Bunga Pada Juli, Agustus, dan September (Foto: Rumah123/Getty Images)

Sebanyak 18 pengamat ekonomi memperkirakan Bank Indonesia akan kembali menurunkan suku bunga acuan pada Oktober 2019. Pertanda baik bagi pasar properti?

Kantor berita asal Inggris, Reuters mengadakan jajak pendapat pada Senin (21/10/2019). Reuters bertanya kepada 30 pengamat ekonomi mengenai suku bunga acuan.

Sebanyak 18 pengamat ekonomi memperkirakan Bank Indonesia akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR). Bank Indonesia akan melangsungkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu-Kamis, 23-24 Oktober 2019.

Baca juga: Siapa yang Lebih Diuntungkan Dari Penurunan LTV dan Suku Bunga Acuan BI?

Para pengamat ekonomi ini menyatakan Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) dari 5,25 persen menjadi 5,00 persen. Kalau proyeksi ini benar, Bank Indonesia telah melakukan pemangkasan suku bunga dalam empat bulan berutun.

Reuters mengutip pendapat para pengamat ekonomi yang memprediksikan pemangkasan suku bunga untuk mendukung perekonomian. Mereka melihat ada pelemahan pertumbuhan konsumsi.

Sementara itu, 12 pengamat ekonomi lainnya menyatakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan pada angka 5,25 persen.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Sudah Turun 3 Kali, Tapi Kok Bunga KPR Masih Tinggi?

“Data terakhir terus menunjukkan aktivitas ekonomi yang lamban, mendukung kasus penurunan suku bunga lagi,” ujar ekonom ANZ Krystal Tan seperti dilansir oleh laman berita online Kontan.id.

Rata-rata dari 17 pengamat ekonomi yang menjadi sumber riset Reuters juga menyatakan tingkat suku bunga acuan bisa menjadi 4,75 persen pada akhir paruh pertama 2020 mendatang.

Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan Pada Juli Hingga September 2019

Bank sentral telah menurunkan suku bunga acuan mulai Juli 2019. Setelah melakukan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, otoritas moneter ini mengumumkan penurunan suku bunga acuan sebesar 25 bps. Suku bunga turun dari 6,00 persen menjadi 5,75 persen.

Penurunan suku bunga kembali dilakukan pada Agustus 2019. Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps. Suku bunga turun dari 5,75 persen menjadi 5,50 persen.

Bank Indonesia menurunkan suku bunga lagi pada September 2019. Bank sentral ini memangkas sebesar 25 bps. Suku bunga turun dari 5,50 persen menjadi 5,25 persen.

Relaksasi LTV dan FTV untuk Pasar Properti

Sebenarnya, Bank Indonesia juga melakukan relaksasi LTV (loan to value) dan FTV (financing to value) untuk kendaraan bermotor dan juga properti. Bank sentral menaikkan rasio LTV.

Sebelumnya, konsumen harus membayar uang muka atau down payment (DP) sebesar 20 persen. Aturan baru hanya menjadikan konsumen membayar uang muka sebesar 10-15 persen.

Bahkan, kalau nasabah membeli hunian berwawasan lingkungan, dia hanya perlu membayar uang muka sebesar 5 persen. Kemudahan ini dilakukan agar masyarakat mudah dalam membeli properti. Investor juga mengalihkan dana untuk berinvestasi properti.

Dampak Penurunan Suku Bunga untuk Pembeli Properti

Bagi kamu yang belum memahami dampak atau efek penurunan suku bunga acuan. Kalau Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan, makan bank-bank akan menurunkan suku bunga kredit, suku bunga tabungan, dan lainnya.

Konsumen akan menikmati penurunan suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen). Cicilan yang dibayarkan pastinya juga turun.

Seperti inilah efek yang dirasakan oleh para pembeli rumah. Cicilan hunian akan lebih rendah. Sebaliknya, jika suku bunga acuan naik, maka suku bunga KPR dan KPA juga menjadi lebih tinggi.

Bagi kamu yang berencana untuk membeli rumah atau berinvestasi properti, kamu bisa melakukan riset bank yang melakukan penurunan suku bunga KPR dan KPA. Pada akhir 2019 atau awal 2020, bank akan menyesuaikan suku bunga sesuai kebijakan Bank Indonesia.

Baca juga: BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen, Pasar Properti Bangkit?

Bagikan: 499 kali