surabaya banjir- rumah123.com Banjir Sempat Merendam Sejumlah Jalan di Surabaya, Jawa Timur. Pemerintah Kota Melakukan Berbagai Langkah untuk Mengantisipasi Bencana Banjir dan Juga Rob (Air Laut Pasang) (Foto: Rumah123/Getty Images)

Surabaya dilanda banjir. Setelah hujan deras, sejumlah jalan protokol di ibu kota provinsi Jawa Timur ini tergenang air hingga ketinggian 1 (satu meter).

Banjir merendam sejumlah kawasan dan jalan utama Kota Surabaya pada Rabu (15/1/2020). Laman berita online CNNIndonesia.com melansir pernyataan Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya Eddy Christyanto.

Eddy menyatakan hujan terus menerus terjadi dengan curah hujan mencapai 100 ml (milliliter) per detik. Jumlah ini termasuk kategori deras.

Baca juga: Jawa Timur Akan Miliki MRT dan LRT yang Menghubungkan Surabaya dan Sekitarnya

Air hujan mulai turun sejak pukul 16.00 WIB (Waktu Indonesia Barat) hingga pukul 18.00 WIB. Hujan deras ini menjadikan sejumlah wilayah di kota yang berjulukan Kota Pahlawan ini tergenang air.

Banjir mencapai ketinggian 1 meter di kompleks pertokoan Ruko Darmo Park II. Sejumlah kendaraan roda dua yang diparkir di wilayah parkir ruko ini terendam cukup tinggi. Hanya stang motor yang terlihat.

Genangan air kemudian juga menggenangi Jalan Mayor Jenderal Sungkono. Ketinggian air di jalan ini mencapai 20-30 sentimeter. Radius genangan meluas sampai 100-200 meter.

Baca juga: Kereta Bandara Surabaya Akan Dibangun Pada 2021

Sejumlah kendaraan mogok saat melintasi jalan ini. Eddy membantah kalau ada kendaraan yang tenggelam. Sebelumnya, dia mendapatkan informasi tersebut.

Eddy menyatakan banjir juga terjadi di Jalan Villa Bukit Mas Surabaya dengan ketinggian 50 sentimeter. Sementara CNNIndonesia.com juga menyatakan banjir melanda sejumlah jalan lainnya yaitu Jalan Adityawarman, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Indragiri, Jalan Wonokromo, dan Jalan Mojopahit.

Sampah Diduga Menjadi Penyebab Terjadinya Banjir di Surabaya

Eddy menyatakan bahwa tumpukan sampah yang menyumbat saluran pembuangan air. Sampah seperti botol, kayu berukuran besar, dan plastik ditemukan dalam jumlah banyak di pintu pembuangan air. Ini menjadi salah satu penyebabnya.

Sampah-sampah tersebut berasal dari para pengelola toko yang berada di kompleks ruko. Eddy menyatakan sumbatan sampah menjadi tanggung jawab pihak ruko dan bukan tanggung jawab Pemerintah Kota Surabaya.

Dia sempat mengecek manajemen sampah salah satu pengelola ruko. Penanganan sampah di kawasan ruko ini menjadi wewenang pihak swasta, bukan pemerintah kota.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Surabaya: Waktu Tempuh 5,5 Jam dan Tiket Rp400 Ribu

Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Surabaya belum menerima laporan banjir mulai menggenangi rumah. Eddy meminta warga kota untuk tenang dan waspada.

Pemerintah Kota Surabaya Antisipasi Banjir dan Rob

Situs berita online Republika.co.id mengutip pernyataan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Erna Purnawati. Dia menyatakan Pemkot Surabaya sudah melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi banjir.

Salah satunya adalah membangun saluran air termasuk gorong-gorong di seluruh kota. Panjang saluran ini sudah mencapai 293,87 kilometer.

Upaya lainnya adalah pengerukan sungai dan saluran. Hasil pengerukan ini mencapai 2,8 juta meter kubik. Lumpur pengerukan ini dimanfaatkan untuk membangun lapangan, taman, waduk, sekolah, rumah susun, pasar, dan berbagai fasilitas pemerintah lainnya.

Baca juga: LRT Akan Dibangun di Surabaya, 3 Investor Asing Tertarik Membangun

Antisipasi lainnya adalah memperbanyak jumlah rumah pompa dan menambah kapasitas pompa air. Saat ini, ada 59 rumah pompa di Surabaya. Jumlah waduk juga ditambah. Sekarang, sudah ada 72 waduk dengan luas 1,4 juta meter persegi.

Ruang terbuka hijau juga ditambah. Saat ini, ada ruang terbuka hijau seluas 7.290 hektare. Luas ini setara dengan 21,79 persen dari luas kota Surabaya.

Pemkot Surabaya juga sudah membangun Tanggul Kali Lamong untuk mencegah banjir rob. Tanggul ini memiliki panjang 8 kilometer.

Baca juga: Waduh, Jalan Gubeng di Surabaya Ambles Sedalam Lebih dari 15 Meter

Bagikan:
1114 kali