Kawasan Pusaka Kota Lama yang sudah ditata dan dirawat oleh Kementerian PUPR. Foto: Rumah123/Kementerian PUPR Kawasan Pusaka Kota Lama yang sudah ditata dan dirawat oleh Kementerian PUPR. (Rumah123/Kementerian PUPR)

Apa yang kamu kunjungi ketika berada di luar negeri? Kalau kamu berada di Eropa, pasti tidak ingin ketinggalan untuk memiliki potret dengan latar belakang bangunan tua.

Kastil, benteng, rumah kuno, museum, dan segala bangunan jadul menarik untuk menjadi latar belakang foto.

Baca juga: 210 Bangunan di Yogyakarta Jadi Cagar Budaya

Sebenarnya, hal yang sama juga bisa terjadi ketika kamu melancong ke pelosok Indonesia. Keren ‘kan kalau berfoto di belakang kantor pelabuhan yang dulu dipakai pemerintah Hindia Belanda.

Tidak heran kalau di banyak negara maju, bangunan tua tetap dipertahankan menjadi cagar budaya dan kemudian dijadikan destinasi wisata.

Baca juga: Desainer Produk Ini Membuat Radio yang Eco-Friendly

Sementara di Indonesia, memang sudah cukup banyak bangunan peninggalan Belanda yang masih dijaga. Sayangnya, memang belum banyak dimanfaatkan dan dialihfungsikan.

“Bangunan tua itu begitu 50 tahun itu menjadi cagar budaya. Bangunan tua itu kan aset. Jadi selama dia bisa diadaptasi, ngapain dibongkar. Sayang ‘kan? Dan umumnya berkarakter karena kita nggak bisa bikin lagi. Secara fisik begitu, secara sejarah ya sayang. Bisa menceritakan sesuatu. Kota yang nggak ada bangunan tuanya nggak menarik orang,” ujar Muhammad Thamrin kepada Rumah123 saat ditemui di Gedung Olveh, Jakarta Barat pada Kamis (24/11).

Baca juga: Penting! Menjaga Kelestarian Bangunan Cagar Budaya

Thamrin terpilih menjadi salah satu dari tiga talenta kretif dalam acara Olveh Flagship. Thamrin menjadi talenta kreatif di bidang arsitektur. Pameran ketiga talenta kreatif ini juga diselenggarakan di Gedung Olveh hingga 10 Januari 2017.

“Selalu menarik tentang bangunan tua, nostalgia. Bangunan baru yang modern itu biasa. Begitu bangunan tua itu beda,” lanjut Thamrin yang menyelesaikan S-1 di Institut Teknologi Bandung dan S-2 di Amerika Serikat.

Baca juga: Muhammad Thamrin, Arsitek yang Selektif Memilih Klien

Menurut Thamrin, bangunan tua memiliki kisah sejarah yang menarik. Gedung Olveh sendiri juga menyimpan cerita menarik.

Gedung Olveh pernah menjadi kantor pusat sebuah perusahaan asuransi Belanda. Gedung ini didirikan oleh biro arsitek Schoemaker bersaudara. Salah satunya malah lahir pernah menjadi pengajar arsitektur di Sekolah Teknik di Bandung, kelak menjadi ITB.

Baca juga: Kesadaran Jaga Bangunan Tua Sudah Ada, Tetapi Implementasi Masih Kurang

Sederetan bangunan bersejarah yang berada di kawasan Jakarta Kota, Jakarta Barat yang tentunya punya kisah sendiri.

Bagikan: 1187 kali