Ilustrasi Foto: Rumah123/iStock
 

Bumi Indonesia rawan bencana, makanya kalau mau bangun sesuatu yang tinggi sebaiknya memedulikan konstruksi tahan bencana. Begitu juga di DKI Jakarta dan sekitarnya, perlu aturan kelayakan daerah rawan bencana.

"Bangunan ruko tiga sampai empat lantai di Jakarta lebih rawan gempa karena secara teknis tidak didesain dengan baik," kata Kepala Laboratorium Geoteknik Universitas Indonesia, Widjojo Adi Prakoso, seperti dikutip Kompas.com, Senin (8-10-2018).

Baca juga: Kayak Apa Sih Konstruksi Bangunan yang Tahan Gempa?

Menurut Widjojo, potensi kerawanan bangunan Ruko terhadap gempa terbukti pada gempa bumi di Padang, Sumatera Barat, pada September 2009. Akibat gempa bermagnitudo 7,6 saat itu, banyak Ruko yang rusak cukup parah, hal ini terjadi juga karena faktor bangunannya tak dirancang dengan baik.

Aturan pembangunan gedung-gedung di Jakarta, menurut Widjojo, sudah ada. Juga ada Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) yang memberi rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta tentang kelayakan suatu bangunan. Setahu dia, baru DKI Jakarta saja yang punya Perda mengingatkan soal risiko gempa, yakni Perda No. 1/2012. Nah, gimana di daerah lain?

Baca juga: Apa Rahasia Rusunawa ASN dan Perumahan Subsidi Ini Selamat dari Gempa Sulteng?

Bagikan: 714 kali