Studio Arsitek asal Denmark, Henning Larsen Architects Mendesain Balai Kota yang Unik (Rumah123/Curbed)

Gedung balai kota ini memang unik. Tidak hanya karena merupakan gedung pertemuan untuk dua kota, tetapi juga lokasi dan bentuknya.

Nama bangunan ini adalah Eysturkommuna Town Hall atau balai kota Eystur, sebuah kota di Kepulauan Faroe. Kepulauan ini berada di Eropa, tepatnya di Samudra Atlantik, antara Norwegia dan Islandia.

Baca juga: Ruang Publik Plus Galeri di Atas Lahan Parkir

Negeri kepulauan ini mempunyai 18 pulau besar. Penduduk negeri ini hanya 50.000 jiwa. Penduduk Depok saja bisa mencapai 1,8 juta jiwa. Jadi perbandingannya mungkin hanya satu kecamatan di Jakarta ya.

Studio arsitek asal Denmark, Henning Larsen Architects mendesain bangunan ini. Sang founder Larsen sudah meninggal pada 2013 lalu.

Baca juga: Ruang Publik dan Akses Pejalan Kaki di Kawasan Bisnis, Keren Kan!

Balai kota ini menyatukan dua kota kecil, Leirvik dan Gota. Kedua kota ini menjadi satu pada 2009 lalu dan masuk ke kawasan Eystur.

Leirvik hanya mempunyai penduduk 900-an jiwa, sedangkan Gota cuman berpenduduk 500-an orang saja. Kalau di Jakarta, ini paling satu RW saja nih.

Baca juga: Lapangan Basket Warna Warni? Nah, Begini Desain Ruang Publik yang Keren

Batas kedua kota ini adalah sebuah sungai kecil alias kali. Untuk menyatukan kedua kota ini, Henning Larsen Architects membuat balai kota yang berada di atas sungai.

Arsitek mendesain balai kota yang menyatu dengan alam. Bangunan ini selaras dengan alam sekitar ala Eropa Utara.

Baca juga: Ruang Publik Ini Didesain Atasi Cuaca Dingin, Nah Ini Baru Keren

Bentuk bangunan memang tidak beraturan dengan fasad bercat hitam. Bagian atas bangunan dapat dinaiki oleh pengunjung. Bagian ini ditutupi oleh rumput.

Beberapa bagian dalam bangunan memiliki kaca lebar dari lantai hingga langit-langit. Mereka yang berada di dalam bisa menyaksikan pemandangan indah sekeliling.

Baca juga: Asyiknya, Kalau Punya Banyak Ruang Publik!

“Sebuah tema sentral dalam arsitektur Faroe yang ada dalam desain bangunan yang menyatu dengan alam. Faktanya, orang akan kesulitan untuk membedakan di mana akhir lanskap dan di mana awal bangunan,” ujar Henning Larsen Architects kepada situs gaya hidup Curbed.

Wow, unik juga ya kalau balai kota seperti ini. Kalau di Indonesia, balai kota, balai kelurahan, balai kecamatan, dan lainnya kok bentuknya selalu tipikal ya?

Baca juga: Kalau Punya Banyak Ruang Publik, Kamu Bisa Bermain dan Berkumpul Bersama

Dari Ruang Pertemuan Balai Kota Ini, Bisa Terlihat Keindahan Lanskap Kepulauan Faroe (Rumah123/Curbed)
Balai Kota Ini Berada di Atas Sungai Kecil (Rumah123/Curbed)
 
Bagian Atas Balai Kota Ini Ditanami Rumput dan Bisa Diakses oleh Pengunjung (Rumah123/Curbed)
Bagikan: 1668 kali