warisan tanpa anak

Proses pembagian harta warisan tidak hanya berkaitan dengan keturunan saja, melainkan juga bisa diterapkan untuk saudara sedarah.

Pasalnya, tidak semua orang yang ditinggalkan memiliki keturunan bahkan mereka ada juga yang memilih untuk tidak memiliki anak.

Meski beberapa orang memilih untuk tidak memilih anak, namun pembagian harta warisan tetap harus diperhatikan untuk memberikan prinsip keadilan maupun ketenangan.

Bagi orang yang ditinggalkan, warisan berupa aset yang ia miliki selama hidup pastinya akan dibagi baik untuk keluarga maupun pasangan baik suami dan istri.

Lantas, seperti apa prosedur pembagian harta warisan tanpa anak sesuai hukum Islam? Simak pembahasannya bersama-sama!

Prosedur Pembagian Harta Warisan Tanpa Anak Menurut Hukum Islam

pembagian harta warisan - Rumah123.com

Secara garis besar menurut Hukum Islam terbagi atas 2 (dua) golongan ahli waris. 

Golongan pertama adalah Zawil Furud, yaitu ahli waris yang mendapatkan pembagian harta warisan yang persentasenya sudah ditentukan oleh Al-quran dan hadis.

Golongan ini merupakan pihak yang pertama kali memperoleh hak waris setelah pewaris meninggal dunia.

Persentase tersebut adalah 1/8 , 2/3 , 1/3 , dan 1/6 dari harta waris. Yang termasuk golongan ahli waris yang berhak mendapatkan harta waris yaitu : 

1. Anak perempuan tunggal 

2. Cucu perempuan tunggal dari anak laki-laki

3. Saudara perempuan tunggal yang sekandung, atau apabila tidak ada saudara maka saudara perempuan tunggal yang sebapak.

4. Suami apabila Pewaris tidak memiliki anak atau cucu dari anak laki-laki.

Yang termasuk dalam golongan ahli waris yang berhak memperoleh harta waris yaitu : 

1. Suami apabila ahli waris memiliki anak atau cucu dari anak laki-laki.

2. Istri (seorang atau lebih) apabila suaminya (Pewaris) tidak mempunyai anak atau cucu dari anak laki-laki.

Yang termasuk dalam golongan ahli waris yang berhak memperoleh 1/8 harta waris, yaitu : 

Istri (seorang atau lebih) apabila Pewaris mempunyai anak atau cucu dari anak laki-laki.

Yang termasuk dalam golongan ahli waris yang berhak mendapatkan 2/3 harta waris yaitu : 

1. Dua anak perempuan atau lebih apabila Pewaris tidak mempunyai anak laki-laki;

2. Dua orang cucu perempuan atau lebih apabila Pewaris tidak mempunyai anak perempuan;

3. Dua orang saudara perempuan atau lebih sekandung;

4. Dua orang saudara perempuan atau lebih, sebapak apabila pewaris tidak memiliki saudara perempuan sekandung.

Yang termasuk dalam golongan ahli waris yang memperoleh 1/3 harta waris yaitu : 

1. Ibu apabila pewaris tidak mempunyai anak atau cucu tidak mempunyai saudara baik laki-laki maupun perempuan sekandung maupun seayah atau seibu.

2. Dua orang saudara atau lebih (laki atau perempuan) yang seibu.

Yang termasuk dalam golongan ahli waris yang berhak atas pembagian harta warisan 1/6 yaitu : 

1. Ibu apabila anaknya (Pewaris) mempunyai anak atau cucu dari anak laki-laki atau saudara laki-laki maupun perempuan yang sekandung, seayah dan seibu.

2. Bapak apabila anaknya (Pewaris) mempunyai anak atau cucu dari anak laki-laki.

3. Nenek baik dari Ibu maupun bapak apabila Ibu tidak ada.

4. Cucu perempuan (seorang atau lebih) dari anak laki-laki apabila Pewaris mempunyai anak tunggal.

5. Kakek apabila ada orang yang meninggal mempunyai anak atau cucu dari anak laki-laki sedangkan bapaknya tidak ada.

6. Saudara laki-laki atau perempuan yang seibu.

7. Saudara perempuan (seorang atau lebih) yang sebapak apabila pewaris hanya memiliki seorang saudara perempuan kandung.

Golongan ahli waris lainnya selain Zawil Furud disebut dengan istilah ashabah, yaitu ahli waris yang mendapatkan sisa harta warisan pewaris setelah golongan ahli waris pertama.

Namun, apabila tidak ada ahli waris yang termasuk dalam golongan Zawil Furud tersebut maka mereka masuk dalam golongan Ashabah yang dimana memperoleh seluruh harta waris dari Pewaris.

Pihak yang digolongkan dalam kategori Ashabah dalam pembagian harta warisan antara lain : 

1. Anak laki-laki;

2. Cucu laki-laki dari anak laki-laki dan terus ke bawah asal pertaliannya masih terus laki-laki;

3. Bapak;

4. Kakek dari pihak bapak dan terus ke atas selama pertaliannya masih belum putus dari pihak bapak;

5. Saudara laki-laki sekandung;

6. Saudara laki-laki sebapak;

7. Anak saudara laki-laki sekandung;

8. Anak saudara laki-laki sebapak;

9. Paman yang sekandung dengan bapak;

10. Paman yang sebapak dengan bapak;

11. Anak laki-laki paman yang sekandung dengan bapak;

12. Anak laki-laki paman yang sebapak dengan bapak.

Berdasarkan ketentuan pembagian harta warisan menurut Hukum Islam, maka baik suami dan istri yang ditinggalkan tanpa anak sepenuhnya berhak atas hak waris dalam golongan Zawil Furud : 

1. Suami dan Istri yang ditinggalkan memperoleh hak waris karena pewaris tidak mempunyai anak.

2. Saudara kandung yang ditinggalkan baik kakak atau adik berhak memperoleh 2/3 harta waris;

3. Saudara perempuan atau laki-laki seayah berhak memperoleh pembagian harta warisan sebanyak 2/3 bagian.

Ahli waris yang memperoleh pembagian harta warisan dalam golongan Ashabah antara lain : 

1. Ayah kandung;

2. 1 orang saudara laki-laki;

3. 2 orang saudara laki-laki seayah.

Meski demikian, tidak semua ahli waris memperoleh pembagian harta warisan mengingat menurut hukum Islam ada sesuatu hal yang membuat ahli waris terhalang haknya.

Dalam proses pembagian harta warisan, terdapat dua jenis hijab atau penghalang yakni Hijab Nuqshan yakni dinding yang mengurangi nominal pembagian harta warisan.

Selain itu, terdapat juga Hijab Hirman yang menghalangi atau menghapus ahli waris karena ada ahli waris yang hubungannya lebih dekat dengan pewaris.

Bisa dikatakan, maka ahli waris baik suami atau istri yang ditinggalkan memperoleh harta waris 1/2 bagian, dan Ayah kedudukannya sebagai Ashabah memperoleh sebanyak 1/3 bagian dari harta waris.

Harta waris yang akan diwariskan pada prinsipnya seluruh harta yang merupakan haknya, baik pribadi, campuran maupun gono-gini.

Untuk harta campuran, maka yang merupakan harta waris merupakan sebagian dari harta campuran tersebut yang merupakan bagian atau hak waris.

Hak tersebut merupakan setengah dari harta yang menjadi hak milik saat pasangan suami maupun istri masih hidup.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui dalam proses pembagian harta warisan apabila suami dan istri yang ditinggalkan tidak memiliki keturunan.

Temukan informasi menarik seputar inspirasi properti, selengkapnya di Rumah123.

"Cari tahu keunggulan Cluster Cynthia at Summarecon Bandung selengkapnya."

Bagikan:
943 kali