Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (paling kiri) dan Direktur Utama BTN Maryono (nomor 2 dari kiri) saat peluncuran KPR Mikro di Semarang, Jumat (24/2). Foto: Rumah123/BTN

Bank Tabungan Negara (BTN) merilis program kredit pemilikan rumah (KPR) Mikro. Program ini menjawab kebutuhan masyarakat untuk pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Terutama pekerja sektor informal yang jumlahnya mencapai 6,5 juta orang.

KPR BTN Mikro membidik pekerja dengan penghasilan rata-rata Rp1,8-2,8 juta per bulan. Meski menyasar segmen MBR, KPR BTN Mikro bukanlah bagian dari program bantuan pendanaan Program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah.

Baca juga: KPR Subsidi Disetujui, Konsumen Langsung Dapat Bantuan DP, Mau?

“Pendanaan KPR Mikro ini murni inisiatif Bank BTN,” ujar Direktur Utama BTN, Maryono, melalui siaran persnya di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/2).

Program pemerintah yang dimaksud yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

BTN menargetkan penyaluran dana KPR Mikro sebesar Rp150 miliar pada tahun ini. Tahap awal peluncuran, debitur yang disasar merupakan pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Mie Bakso (APMISO). Selain pedagang makanan, juga menyasar nelayan, petani, dan perajin.

Baca juga: Konsep Rumah Tumbuh dari KPR Mikro BTN, Mau Tahu?

“Yang penting, mereka tergabung dalam komunitas pedagang atau koperasi, serta merupakan binaan Kementerian Koperasi dan UKM dengan penilaian baik,” katanya.

KPR BTN Mikro akan menggandeng Perum Perumnas dalam bekerja sama dengan pengembang perumahan di seluruh Indonesia.

“Dengan KPR Mikro, BTN membuka ruang bagi masyarakat yang lebih luas dalam memperoleh akses pembiayaan perumahan,” kata Maryono. (Wit)

Bagikan: 23685 kali