Izin Mendirikan Bangunan (IMB) seringkali menjadi dokumen yang dilupakan dalam transaksi jual beli rumah. Banyak rumah tanpa IMB yang berdiri, dan bahkan dijual kembali.

izin mendirikan bangunan - rumah123.com Bukan cuma dirobohkan, kamu yang melanggar aturan seputar kepemilikan IMB ini bisa mendapatkan sanksi berat. (Rumah123.com/Getty Images)

Akhirnya, bangunan pun dirobohkan oleh pemerintah karena pemilik rumah tak mengantongi izin tersebut. Bukan cuma dirobohkan, kamu yang melanggar aturan seputar kepemilikan IMB ini bisa mendapatkan sanksi berat. 

Nah lho, tentu kamu gak mau kan hal ini terjadi? Untuk itu, sebaiknya kamu ketahui nih undang-undang yang mengatur soal IMB ini, serta sanksi yang bisa didapatkan jika kamu melanggarnya. 

Sanksi yang didapatkan jika rumah tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan

Pasal 115 ayat (1) PP Nomor 36 Tahun 2005

Berdasarkan pasal ini, pemilik rumah yang tidak memiliki IMB, dapat dikenakan sanksi administratif berupa penghentian sementara sampai dengan diperolehnya izin mendirikan bangunan gedung. 

Pasal 115 ayat (2) PP Nomor 36 Tahun 2005

Pemilik bangunan gedung yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan gedung dikenakan sanksi perintah pembongkaran. 

Pasal 45 ayat (2) UUBG

Selain sanksi administratif, pemilik bangunan juga dapat dikenakan sanksi berupa denda paling banyak 10% dari nilai bangunan yang sedang atau telah dibangun.

Sanksi yang didapatkan jika bangunan yang terlanjur berdiri tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan

Pasal 48 ayat (3) UUBG

Bangunan yang telah berdiri namun tak memiliki IMB, harus memperoleh IMB dengan cara mendapatkan sertifikat laik fungsi terlebih dahulu. 

Peraturan tertulis soal Izin Mendirikan Bangunan

UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung

Dilansir dari Hukumonline.com, menurut ketentuan UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (“UUBG”), rumah tinggal tunggal, rumah tinggal deret, rumah susun, dan rumah tinggal sementara untuk hunian termasuk dalam kategori bangunan gedung.

Pasal 7 ayat (1) UUBG

Ketika hendak didirikan, rumah, sama seperti bangunan lainnya, harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan teknis, sesuai dengan fungsi dan bangunan gedung.

 Pasal 7 ayat (2) UUBG

Persyaratan administratif bangunan gedung meliputi status hak atas tanah, status kepemilikan bangunan gedung, serta izin mendirikan bangunan. 

Pasal 40 ayat (2) huruf b UUBG

Memiliki IMB merupakan kewajiban dari pemilik bangunan gedung. 

PP 36/2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung

Pasal 14 ayat (1) dan (2) PP 36/2005

Setiap orang yang ingin mendirikan bangunan gedung harus memiliki Izin Mendirikan Bangunan yang diberikan oleh pemerintah daerah (Pemda) melalui proses permohonan izin. 

Pasal 15 ayat (1) PP 36/2005

Permohonan IMB kepada harus dilengkapi dengan:

1. Tanda bukti status kepemilikan hak atas tanah atau tanda bukti perjanjian pemanfaatan tanah

2. Data pemilik bangunan gedung

3. Rencana teknis bangunan gedung

4. Hasil analisis mengenai dampak lingkungan bagi bangunan gedung yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.

Nah, dari penjelasan pasal-pasal seputar IMB di atas, sekarang kamu tahu kan seberapa esensial kehadiran dokumen tersebut? Jangan sampai kamu harus mendapatkan sanksi karena tak memiliki IMB. Yuk, segera urus jika kamu belum memilikinya!

Bagikan: 7774 kali