Ilustrasi Foto: Rumah123/Getty
 

Ruby Kebayoran Apartment yang dikembangkan PT Kebayoran Parama Propertindo (KPP) sudah topping off (tutup atap) pada Rabu (17-10-2018). Terdiri atas dua menara, yakni Ruby dan Diamond, apartemen yang dikembangkan oleh anak usaha PT Mandiri Sejahtera Hutama (MSH) milik mantan Menteri Perindustrian MS Hidayat ini, punya total 781 unit.

Direktur Utama KPP, Susanto Kiswandono, menyatakan, perusahaan pengembang hunian vertikal ini berkomitmen untuk menyelesaikan proyek hunian yang berlokasi di Jalan Ulujami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini.

"Menara Ruby kami selesaikan lebih dulu, karena sudah terjual 75 persen dari 341 unit. Serah-terima sekitar Oktober 2019," kata Siswanto seperti dikutip Kompas.com, Rabu (17-10-2018).

Baca juga: Dua Strategi Ini Bikin Kebayoran Apartment Bisa Cepat Terjual

Penjualan apartemen ini sampai saat ini sekitar 20 unit per bulan. Sebelumnya bisa mencapai 50 unit per bulan. Konstruksi fisik proyek ini hampir rampung. Susanto berharap nilai jual apartemen ini akan terus naik.

Saat diluncurkan pada 2016 lalu, harga perdana sekitar Rp17 juta per meter persegi, saat ini sudah Rp22 juta per meter persegi atau Rp700 juta hingga Rp1 miliar per unit. Kenaikan maksimum, menurut Susanto, bisa mencapai Rp35 juta per meter persegi jika seluruh fasilitas sudah terbangun.

Dibangun di atas lahan 1 hektare, Kebayoran Apartment dilengkapi fasilitas sky lounge, gym, sky pool, rooftop garden, playground, retail area, convenience store, dan sistem keamanan 24 jam.

Baca juga: Yori Antar Mendesain RTH TBS Park di Jakarta Selatan, Kayak Apa Sih?

Menara Ruby tersedia dalam beberapa tipe. Tipe Studio seluas 23,30 meter persegi, Tipe 2 kamar tidur A seluas 46,20 meter persegi, Tipe 2 kamar tidur C seluas 50,80 meter persegi, Tipe 2 kamar tidur M berluas 52,00 meter persegi.

Sedangkan Menara Diamond, rencana pemasarkannya pada akhir Kuartal I-2019. "Pemasaran akan segera dilakukan setelah Menara Ruby terjual 100 persen dan situasi pasar kembali normal. Setelah Pemilihan Presiden mungkin ya," kata Susanto.

Bagikan: 364 kali