Ilustrasi Foto: Rumah123/Getty
 

Milenial dapat dukungan lagi untuk punya hunian. Kali ini datang dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Merujuk data Bappenas, jumlah milenial sekarang ini sekitar 90 juta orang.

"Awal Oktober kami akan launching KPR milenial. Ini karena mereka pendapatannya tidak tetap dan juga senang yang praktis. Ini sudah kami pikirkan," kata Direktur Utama BTN Maryono, seperti dikutip Detik.com, Sabtu (22-9-2018).

Bukan hanya soal pembiayaannya saja, BTN juga sudah memikirkan hunian yang cocok buat para milenial. Menurutnya, BTN siap menyediakan hunian yang pas buat para milenial. Dia berpendapat, kalangan anak muda inginnya serba-praktis dan cepat, maka hunian yang cocok buat mereka adalah yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD).

Baca juga: BTN Property Award 2018, Pacu Pengembang Sediakan Rumah Subsidi

"Kami kerja sama bangun TOD. Kami juga kerja sama bangun apartemen yang dekat dengan kampus. Ini juga sudah kami lakukan. Kemudian kami bangun perumahan yang ada coworking space-nya," kata Maryono.

BTN memberikan kredit konstruksi dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) bagi proyek hunian TOD milik Perumnas. Setelah TOD di Tanjung Barat, Bank BTN juga akan membiayai proyek hunian TOD Perumnas di Pondok Cina dan Stasiun Bogor.

Sinergi BTN dengan pegembang hunian TOD yang lain adalah dengan PT PP Properti Tbk yang bakal membangun hunian TOD Stasiun Juanda dan Stasiun Tanah Abang. Juga dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, pengembang yang menggarap sejumlah proyek hunian TOD bernama LRT City.

Baca juga: Kalau Kamu Atlet, BTN Kasih KPR Khusus Nih! Jangan Lewatkan!

Maryono mengatakan, khusus wilayah Jakarta, hunian vertikal akan makin berkembang. Pasalnya, berdasarkan riset Housing Finance Center BTN, kebutuhan rumah di Jakarta dalam 13 tahun mendatang akan terus meningkat. Akhir 2030 kemungkinan backlog (kekurangan rumah) hingga sekitar 1,751 juta rumah.

“Kemungkinan akan terjadi defisit karena laju pertumbuhan penduduk DKI yang tinggi namun lahan semakin sempit, rumah susun menjadi pilihan pengembang untuk ekspansi," kata Maryono menegaskan.

Bagikan: 3038 kali