transjakarta- rumah123.com Operator BRT Transjakarta Berencana Untuk Menambah Jumlah Koridor yang Memberlakukan Wayfinding, Nantinya, Tidak Ada Lagi Petugas di Dalam Bus Transjakarta (Foto: Rumah123/Getty Images)

Transjakarta akan menambah koridor bus yang menerapkan wayfinding. Operator mengklaim masyarakat menyambut positif sistem tersebut.

Operator BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta, PT Transportasi Jakarta bakal menambah koridor yang menerapkan sistem wayfinding pada bus. Sistem wayfinding ini merupakan layanan Transjakarta tanpa petugas layanan bus di dalam bus.

Di dalam bus hanya ada pramudi atau pengemudi. Biasanya, ada petugas yang menjaga pintu bus. Petugas ini juga yang memberikan informasi mengenai halte pemberhentian.

Baca juga: KRL Commuter Line Tambah Jadwal, Transjakarta Akan Tingkatkan Kapasitas

Uji coba sistem ini sudah berjalan hampir tiga pekan pada koridor 1 jurusan Blok M-Jakarta Kota. Uji coba wayfinding mulai diberlakukan sejak Rabu (6/11/2019) lalu.

Koridor 1 jurusan Blok M-Jakarta Kota ini merupakan rute pertama Transjakarta ketika pertama kali beroperasi pada 2003. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menggagas keberadaan Transjakarta sebagai BRT pertama di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Transjakarta Agung Wicaksono menyatakan masyarakat sudah bisa secara mandiri menggunakan layanan Transjakarta tanpa perlu bantuan petugas. Hal ini tentunya wajar mengingat Transjakarta beroperasi sudah cukup lama.

Baca juga: Transjakarta Menguji Coba Sistem Wayfinding di Koridor Blok M-Kota

Biasanya para pengguna atau penumpang Transjakarta sudah mengetahui destinasi atau pun transit. Jadi penumpang memang tidak memerlukan bantuan petugas lagi.

Agung memberikan contoh kalau penumpang pria yang masuk dari pintu area khusus wanita akan langsung berpindah ke area yang bisa ditempati oleh penumpang pria dan wanita. Para penumpang pria yang mungkin tidak tahu, biasanya akan diberitahu oleh penumpang lain.

Setelah Evaluasi, Transjakarta Akan Menerapkan Sistem Wayfinding Pada Koridor Lainnya

Agung melanjutkan Transjakarta akan melakukan evaluasi mengenai penerapan sistem wayfinding. Nantinya, hasil evaluasi akan diberikan kepada Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.

Penumpang Transjakarta telah dinilai mandiri. Petugas layanan tidak diperlukan lagi. Petugas hanya memastikan semua penumpang bisa mengikuti aturan yang sudah diberlakukan oleh operator Transjakarta.

Sederetan transportasi publik di luar negeri tidak lagi menempatkan petugas di dalam kendaraan. Penumpang sudah memahami semua regulasi.

Baca juga: Transjakarta Berencana Uji Coba 100 Bus Listrik Pada 2020

Operator Transjakarta berencana untuk menerapkan sistem wayfinding pada koridor lainnya. Hanya saja Agung belum memberitahukan koridor mana saja yang akan memberlakukannya.

Sekretaris Korporasi dan Hubungan Masyarakat Transjakarta Nadia Diposanjoyo menyatakan pengumuman koridor yang memberlakukan sistem wayfinding selanjutnya akan dilakukan pada 1 Desember 2019.

Transjakarta sebagai salah satu transportasi publik memang terus berbenah. Operator melakukan beragam inovasi. Hal ini untuk meningkatkan jumlah penumpang yang naik setiap harinya.

Baca juga: Dukung Program Jakarta Ramah Bersepeda, Transjakarta Akan Sediakan Parkir Sepeda

Operator terus memperbanyak rute sepanjang 2019. Rute ini juga terintegrasi dengan transportasi massal lainnya seperti LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta dan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta. Integrasi rute juga dilakukan dengan JakLingko.

Transjakarta juga sudah melebarkan rute hingga Bekasi, Depok, dan Tangerang. Hal ini memudahkan penumpang yang tinggal di kawasan penyangga Jakarta.

Bagikan:
1099 kali