Bukan hanya warga lokal, Warga Negara Asing (WNA) juga banyak yang tertarik untuk membeli properti di Indonesia. Biasanya tujuannya untuk investasi atau rencana pensiun.

Warga negara asing berencana untuk membeli properti di Indonesia - Rumah123.com Warga negara asing berencana untuk membeli properti di Indonesia (Rumah123.com/Getty Images)

Namun tentu saja, prosedur yang dilalui akan berbeda dengan kita. Nah, seperti apa sih aturan dan syarat untuk warga asing dalam kepemilikan properti di Indonesia? Yuk, simak bersama-sama di sini!

Syarat bagi orang asing untuk bisa membeli properti di Indonesia

Ketentuan tentang hak orang asing dalam kepemilikan properti di Indonesia sekarang sudah ada di Permen Agraria No 29/2016 terkait dengan peraturan pelaksanaan dari PP No 103 Tahun 2015. Berdasarkan Pasal 2 ayat 1 PP 103/2015, syarat bagi orang asing untuk memiliki rumah tempat tinggal atau hunian adalah memiliki izin tinggal di Indonesia sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Orang Asing yang dimaksud di sini adalah orang yang bukan Warga Negara Indonesia yang keberadaannya memberikan manfaat, melakukan usaha, bekerja, atau berinvestasi di Indonesia.

Apabila orang asing tersebut meninggal dunia, maka rumah tempat tinggal atau hunian itu dapat diwariskan. Di samping itu, Warga Negara Indonesia (WNI) yang melaksanakan perkawinan dengan orang asing dapat memiliki hak atas tanah yang sama dengan Warga Negara Indonesia lainnya. 

Baca juga: Ini Dia Aturan dan Perhitungan Pajak Jual Beli Rumah

Ketentuan properti yang bisa dibeli oleh WNA

Kepemilikan properti untuk WNA memang dibatasi. Ada sejumlah ketentuan yang membedakan mereka dengan WNI dalam hal pembelian properti. Berikut ketentuan-ketentuannya:

Harga rumah minimal senilai miliaran rupiah

Ada batasan harga rumah yang boleh dibeli oleh WNA. Harga tersebut disesuaikan dengan daerah masing-masing. Misalnya di DKI Jakarta, harga minimal untuk rumah tinggal adalah sebesar Rp 10 miliar. Sedangkan untuk apartemen, sebesar Rp 5 miliar. Di Bali, harga minimal rumah tinggal adalah Rp 3 miliar, dan apartemen sebesar Rp 2 miliar.

Peraturan ini dibuat agar warga asing tak memiliki kemudahan dalam mengakses rumah murah. WNI pun bisa tetap memiliki banyak kesempatan untuk memiliki rumah di tanah air sendiri. 

Baca juga: Seperti Apa Aturan Pembagian Harta Warisan Berupa Rumah Menurut Islam?

Rumah yang dibeli harus dibeli langsung dari pengembang, bukan tangan kedua

Syarat lainnya adalah rumah yang dibeli harus  berupa bangunan baru yang dibeli langsung dari pihak pengembang/pemilik tanah dan bukan merupakan pembelian dari tangan kedua.

Status yang dipegang hanya Hak Pakai, bukan kepemilikan

Walaupun bisa membeli properti di Indonesia, status yang dimiliki orang asing tersebut bukanlah kepemilikan, melainkan Hak Pakai. Rumah Tunggal yang diberikan di atas tanah Hak Pakai, berlaku dalam jangka waktu 30 tahun. Kemudian, bila sudah habis, bisa diperpanjang 20 tahun lagi lalu diperpanjang kembali 30 tahun. Jadi, total buat WNA bisa memiliki rumah atau apartemen di Indonesia adalah 80 tahun.

Bagikan: 1130 kali