OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Aturan Kepemilikan Rumah oleh WNA di Indonesia Terbaru 2022

16 Nopember 2022 · 3 min read Author: Maskah Alghofar

peraturan wna beli properti di indonesia

Mau nikah dengan warga negara asing? Pahami dulu aturan kepemilikan rumah oleh WNA di Indonesia berikut ini, yuk!

Aturan terkait kepemilikan rumah untuk Warga Negara Asing (WNA) kini sudah diperbarui.

Pemerintah Indonesia telah mengatur kembali terkait kepemilikan hunian bagi orang asing yang tinggal di tanah air.

Regulasi terbaru tersebut dijabarkan dalam Pelaksanaan Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1241/SK-HK.02/IX/2022 tentang Perolehan dan Harga Rumah Tempat Tinggal/Hunian Untuk Orang Asing.

Melansir beberapa sumber, aturan ini sudah mulai berlaku pada 12 September 2022 dengan petunjuk pelaksanaannya pada 1 November 2022.

Nantinya, WNA tetap dapat memiliki hunian berupa rumah tapak dan/atau satuan rumah susun. Kepemilikan ini dapat berupa rumah baru atau rumah lama.

Lantas, apa bagaimana dengan status kepemilikan dan apa saja syarat terkait hunian ini?

Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Aturan Kepemilikan Rumah oleh WNA di Indonesia

aturan kepemilikan rumah wna di Indonesia

Sumber: depositphotos.com/SomeMeans

Pada aturan sebelumnya, WNA bisa memiliki hunian di Indonesia dengan izin tinggal, baik izin tinggal tetap ataupun izin tinggal sementara.

Namun, berdasarkan Pasal 69 Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 kepemilikan itu semakin mudah, yaitu cukup dengan memiliki visa, dokumen paspor, atau izin tinggal.

Setiap WNA dapat memiliki Hak Milik Satuan Rumah Susun di atas tanah Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Pakai berdasarkan Pasal 144 dan Pasal 145 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Melansir dari Kompas.com, WNA dapat memiliki rumah tapak dengan aturan:

  • Hak Pakai di atas Tanah Negara;
  • Hak Pakai di atas Hak Milik, yang dikuasai berdasarkan perjanjian pemberian Hak Pakai di atas Hak Milik dengan akta Pejabat Pembuat Akta Tanah;
  • Atau Hak Pakai di atas Hak Pengelolaan, berdasarkan perjanjian pemanfaatan tanah dengan pemegang Hak Pengelolaan.

Sementara itu, untuk rumah susun yang dibangun di atas bidang tanah:

  • Hak Pakai atau Hak Guna Bangunan di atas Tanah Negara;
  • Hak Pakai atau Hak Guna Bangunan di atas tanah Hak Pengelolaan; atau
  • Hak Pakai atau Hak Guna Bangunan di atas tanah Hak Milik.

Adapun batasan untuk kepemilikan rumah tapak bagi WNA adalah hanya dibolehkah satu bidang tanah per orang/keluarga dengan paling luas 2.000 meter persegi.

Sedangkan untuk rumah susun termasuk dalam rumah susun komersial.

***

Itulah aturan kepemilikan rumah oleh WNA di Indonesia yang perlu kamu ketahui.

Semoga bermanfaat untuk kamu, ya, Property People!

Temukan artikel menarik seputar properti dan gaya hidup di artikel.rumah123.com.

Cek juga informasi terkini dan bermanfaat lainnya di laman Google News Rumah123.

Jika sedang mencari hunian, mungkin Urban Signature bisa jadi pilihan menarik untuk kamu.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena Rumah123.com akan selalu #AdaBuatKamu.


Tag: ,


Maskah Alghofar

Content Writer

Maskah adalah seorang content writer di 99 Group sejak tahun 2022. Lulusan Penerbitan PoliMedia Jakarta ini mengawali karir sebagai jurnalis online. Kini, Maskah rutin menulis tentang properti, gaya hidup, pendidikan, dan kesehatan.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA