Berencana untuk menggunakan atap spandek sebagai pelindung rumah? Simak dulu serba-serbi ini. Mulai dari plus minus, jenis terbaik, hingga harga terbarunya!

atap spandek

Pilihan atap untuk rumah semakin bervariasi.

Salah satu yang terpopuler adalah atap spandek yang merupakan gabungan antara bahan aluminium dan seng, terkadang juga ditambahkan silikon. 

Gabungan ketiga bahan tersebut menghasilkan jenis atap baru yang menawarkan performa tangguh yang cukup unggul dari jenis atap lainnya.

Walau menawarkan keunggulan yang cukup menarik, ada beberapa hal yang juga perlu kamu pertimbangan sebelum memutuskan untuk memakai jenis atap ini. 

Apa saja kelebihan dan kekurang dari atap satu ini yang mesti kamu ketahui?

Silakan simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Kelebihan atap spandek

Komposisi atap spandek biasanya terdiri dari 50-55% aluminium dan 40-45% seng. 

Namun ada juga produsen yang menambahan campuran silikon untuk meningkatkan fleksibilitas materian saat akan dibentuk. 

Hasil akhirnya adalah produk atap dengan beragam keunggulan seperti berikut: 

- Variasi warna yang beragam 

Bosan dengan desain atap yang itu-itu saja? 

Wujudkan kreativitas kamu dengan beragam warna favorit yang dapat diaplikasikan langsung pada permukaan atap. 

Tenang saja, banyak produsen yang menyediakan atap spandek dengan variasi warna menarik untuk kamu pilih sesuai dengan tema hunian. 

Lebih praktis dan pastinya akan membuat rumah tampil lebih memukau. 

Baca juga: Mengenal Atap Polycarbonate: Keunggulan, Jenis-Jenis, Hingga Harganya

- Tahan rayap, kokoh, dan anti keropos

Dari segi ketebalan sendiri, atap spandek berkisar antara 0,3 mm sampai 0,5 mm, sehingga cenderung tipis dibanding standar minimal sekitar 1 cm. 

Tak perlu khawatir, material spandek tetap kokoh, kuat, dan mampu bertahan dalam durasi pemakaian hingga bertahun-tahun berkat campuran bahan pembuatnya yang berkualitas. 

Maka dari itu atap ini juga dikenal tahan rayap, anti keropos, anti pecah, dan anti serangga. 

- Awet dan tahan lama  

Ketahanan atap spandek menjadi salah satu kelebihannya yang membuat banyak konsumen memilih jenis atap ini. 

Kamu tak perlu khawatir harus mengeruk dompet setiap beberapa tahun sekali untuk biaya perbaikan.

Sebab, jenis atap satu ini memiliki daya tahan yang tinggi dengan durasi ketahanan sampai 20 tahun lamanya. 

Daya tahan tersebut didapatkan berkat kombinasi yang tepat antara seng dan aluminium yang menghasilkan atap berkualitas prima. 

- Instalasi mudah 

Satu lagi kelebihan yang ditawarkan, yaitu pada proses instalasi yang mudah dan dapat dilakukan dalam waktu singkat tanpa membutuhkan peralatan khusus. 

Kamu bisa menghemat tenaga dan biaya karena atap spandek dapat dipasang pada baja ringan biasa tanpa memerlukan struktur rangka kompleks. 

Baca juga: Rangka Atap Baja Ringan Vs Kayu, Lebih Baik yang Mana?

Kekurangan atap spandek

Sama halnya dengan jenis atap lainnya, atap satu ini juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu kamu perhatikan. 

- Bising ketika hujan 

Bahan dasar berupa material seng dan aluminium yang membentuk spandek menjadikannya kurang ramah dari gangguan kebisingan ketika dilanda hujan. 

Rasa nyaman penghuni dapat berkurang setiap hujan turun yang diakibatkan gemericik air pada permukaan atap spandek. 

- Rumah jadi mudah panas

Atap ini juga memiliki kekurangan lain yang umum ditemukan pada material besi lainnya, yaitu mudah panas. 

Akibat bahan dasarnya tersebut, atap menjadi konduktor panas yang baik sehingga akan meningkatkan suhu rumah dengan mudah di kala siang hari. 

7 jenis atap spandek yang perlu kamu ketahui

Ada beragam jenis atap spandek yang tersedia untuk kamu pilih dengan spesifikasi yang berbeda untuk kebutuhan hunian dan bangunan yang bervariasi. 

Berikut adalah jenis-jenisnya yang paling populer:

1. Spandek pasir

Terdapat tambahan lapisan pelindung berupa pasir pada tahap akhir produksi.

Oleh karena itu, jenis atap ini dibuat untuk mengurangi kebisingan saat hujan turun sehingga nyaman untuk penghuni rumah.

2. Spandek zincalume

Selain seng dan aluminium, tambahan komposisi silikon dalam kadar yang lebih kecil juga kerap ditambahkan.

Tujuannya untuk menghasilkan jenis atap spandek zincalume yang memiliki daya tahan karat lebih baik. 

3. Spandek kliplok

Berkat adanya teknologi profil kunci serta sistem pengikat yang tersemat di dalamnya, jenis spandek kliplok menjadi lebih kokoh dan menawarkan proteksi lebih baik dari kebocoran.

4. Spandek lengkung 

Fleksibilitas jenis spandek lengkung paling cocok untuk bangunan unik.

Khususnya yang emiliki rancangan tutup layaknya kanopi karena mudah dibentuk melengkung sesuai kebutuhan. 

5. Spandek laminasi 

Tambahan lapisan foil yang mengkilap menjadi ciri khas jenis atap spandek laminasi. 

Proses instalasi dapat dilakukan dengan mudah tanpa perlu memakan waktu dan tenaga. 

6. Spandek warna

Untuk jenis spandek ini, pada dasarnya persis seperti varian zincalume.

Hanya saja permukaan atap dipercantik menggunakan zat warna khusus agar lebih memikat sekaligus meningkatkan daya tahannya.  

7. Spandek transparan

Jenis spandek transparan merupakan pilihan terbaik untuk kamu yang tidak menyukai atap dengan material dasar seng dan aluminium. 

Dengan bahan dasar berupa plastik atau kaca, atap spandek transparan memiliki daya tarik tersendiri untuk tampilan hunian yang berbeda dari biasanya.

Harga jual atap spandek

Selain disukai karena ketahanan dan tampilannya yang modern, atap ini menjadi populer karena harga jualnya yang terjangkau. 

Kamu dapat menemukan berbagai merek yang menjual atap spandek dengan kisaran harga mulai dari Rp40 ribu sampai Rp70 ribu per meter persegi. 

Harga tersebut dapat meningkat jika kamu memilih varian warna tertentu. 

Supaya lebih mudah, berikut ini merupakan daftar harga atap spandek sesuai jenis dan ketebalannya.

harga atap spandek

Pastikan kebutuhan rumah kamu sesuai dengan budget dan rancangan impian agar hunian dapat tampil menarik tanpa terlalu membebani kantong. 

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untukmu!

Bagikan:
3075 kali