rumah jengki Sumber: Vice.com

Pernah mendengar tentang arsitektur jengki?

Sebagian besar dari kamu mungkin masih asing dengan nama tersebut.

Bagaimana dengan gedung M Bloc Space yang sedang hits setahun belakangan?

Pasti kamu pernah melihatnya kan?

Ya, gedung M Bloc Space yang sebelumnya berfungsi sebagai rumah dinas milik Perum Peruri di tahun 1950-an, merupakan salah satu bangunan yang memiliki karakteristik arsitektur jengki.

Mudahnya, arsitektur jengki adalah arsitektur masa lampau alias jadul.

Namun, ada cerita dan makna di balik bentuk bangunan itu sendiri.

Sejarah arsitektur jengki yang menjadi populer di tahun 50-an

Kemerdekaan Indonesia di tahun 1945 tak hanya dirayakan oleh tentara perang saja, melainkan seluruh profesi, termasuk arsitek, insinyur, dan juru bangun.

Bentuk kemerdekaan tersebut diekspresikan oleh mereka dalam kreasi yang liar sehingga terbentuklah arsitektur baru, yaitu arsitektur jengki.

Arsitektur tersebut merupakan bentuk dari kebebasan dan kemewahan.

Kata 'jengki' sendiri kemungkinan dihubungkan dengan kata Yankee, sebuah sebutan bagi orang-orang New England yang tinggal di bagian utara Amerika Serikat.

Dilansir dari Goodnewsfromindonesia.id, tidak begitu jelas siapa yang pertama kali menyebarkan gaya ini.

Bila merujuk pada pendapat Profesor Josef Prijotomo, pencetus gaya jengki ini adalah lulusan STM yang pernah menjadi aannemer (ahli bangunan) di perusahaan Belanda.

Kala itu perusahaan tersebut sedang ditinggalkan oleh para arsitek Belanda ke kampung halaman mereka sehingga para lulusan STM ini pun ingin mengambil alih perencanaan gaya arsitektur khususnya untuk bangunan-bangunan di Nusantara.

Rumah jengki merupakan rumah elit simbol kekayaan pada masanya

Arsitek dan penulis, Tariq Khalil, menulis buku yang memperlihatkan rancangan aristektur era 1950-an.

Dilansir dari Vice.com, Tari menjelaskan bahwa bangunan-bangunan jengki berada di masa dan tempatnya untuk mencerminkan siapa yang berkuasa di Indonesia.

Mempunyai rumah jengki ibaratnya seperti memiliki tas Hermes dan jet pribadi di masa sekarang.

Rumah jaman dulu seperti jengki kembali populer di masa kini

Rumah jengki kini kembali menjadi tren.

Dilansir dari BBC.com, Lufti Hasan, pemilik toko gaya hidup dan perabotan Vintage di Jakarta, melihat dua alasan yang berbeda dalam munculnya aliran retro tersebut.

Menurutnya, untuk yang berusia 40 tahun, barang antik -termasuk rumah Jengki- menjadi nostalgia dari masa-masa lalu yang indah.

Ketika orang-orang berusia 40-an itu masih anak-anak, rumah mereka sedang dalam masa jayanya.

Sementara bagi yang lebih muda, antik itu menjadi bagian dari keren.

Dengan memiliki barang antik, seseorang akan merasa bahwa kawan-kawannya menganggap mereka keren.

Karakteristik arsitektur jengki

Setiap desain bangunan pasti memiliki karakteristiknya masing-masing, begitu juga dengan bangunan jengki.

Bagian atapnya rumah jengki umumnya berbentuk pelana, sehingga berbeda dengan rumah tinggal pada umumnya. Terdapat perbedaan tinggi atap dengan kemiringan yang umumnya tidak kurang dari 35 derajat. Penggunaan atap pelana inilah yang kemudian menghasilkan sebuah tembok yang lebar dan tidak terpisahkan dari tampak depan bangunan. Atap ala rumah jengki umumnya juga dilengkapi lubang angin yang berfungsi sebagai ventilasi agar rumah tetap sejuk walau cuaca panas sekalipun.

Contoh rumah jengki masa kini

Penasaran dengan tampilan rumah jaman dulu berarsitektur jengki yang diaplikasikan di rumah masa kini? Berikut beberapa contohnya! rumah jengkiSumber: Instagram.com/arkas_studio
rumah jengkiSumber: Instagram.com/indirakasa_architects
rumah jengki Sumber: Instagram.com/ican.dwg

Itu dia penjelasan seputar arsitektur jengki.

Bagaimana? Tertarik untuk mengaplikasikan desain jadul tersebut di hunianmu?

Dengan menerapkan nostalgia pada hunian masa kini, tentu hunianmu menjadi lain sendiri!

Simak juga ide desain rumah lainnya di artikel.rumah123.com!

Bagikan:
5454 kali