Grya.co.id Foto: Grya. co.id

Rumah ideal tentunya bukan sekadar tampak indah sesuai selera, namun harus bisa mengakomodasi kebutuhan kehidupan sehari-hari seluruh penghuninya. Untuk menciptakannya, dibutuhkan arsitek yang memiliki keahlian khusus dalam menginterpretasikan kebutuhan pemilik rumah ke dalam bentuk dan ruang yang nyata.

Adalah Armeyn Ilyas, pendiri Architecttwo, yang bisa mewujudkan rumah ideal dengan mengedepankan pendekatan ke klien. Bagi pria kelahiran Jakarta ini, penting arsitek dan klien bisa bersama-sama menikmati proses mendesain dan menciptakan sebuah karya baru yang memberikan solusi.

Armeyn Ilyas_photo by Gabriella Arsitek Armeyn Ilyas, pendiri Architecttwo. Foto: Grya.co.id

Hal-hal yang diperhatikannya dalam merancang adalah budaya dan iklim setempat, serta  orang yang menghuni rumah. Alhasil, karya arsitekturnya menjadi kaya dan tak terbatas.

“Di sini kami sangat membedakan kebutuhan dan keinginan klien. Biasanya klien langsung membawa gambaran dan bentukan yang sudah jadi, padahal kami masih bicara soal wacana mengenai kebiasaan kehidupannya dulu. Banyak yang akhirnya cukup surprise dengan gambaran atau produk akhir yang kami berikan karena berbeda dengan bayangannya,” kata Armeyn.

Architecttwo berdiri sejak 2010 dan telah mengerjakan berbagai proyek residensial, baik menggarap arsitektur maupun desain interior. Salah satu proyek terbarunya adalah merenovasi rumah tinggal berukuran hanya 90 m2 dari dua kamar tidur menjadi empat kamar tidur.

 Baca juga: Ternyata Furnitur Beton Bisa Tampil Anggun, Lho!

“Tujuannnya adalah memaksimalkan tanah itu, tapi dalam perjalanan tiba-tiba orang belakang menjual tanah. Jadi proses harus berubah sedikit,” katanya.

Tanah yang tersedia tidak setra-merta digunakan sampai habis, tapi dibiarkan lapang menjadi taman yang asri. Untuk memaksimalkan ruang yang ada, furnitur sengaja dipilih yang compact dan harmonis dengan arsitektur. Memang dalam setiap proyeknya, Architecttwo selalu mengarahkan kliennya memilih jenis furnitur yang tepat.

Grya Foto: Grya.co.id

Untuk ke depannya, Architecttwo ingin terus menggali bagaimana orang bisa menghuni rumah yang berarsitektur dan menjadi jauh lebih baik.

“Tidak melulu rumah tinggal, tapi kami juga dapat proyek sekolah dan proyek CSR sebuah rumah ibadah,” kata Armeyn.

Dia memiliki harapan bisa melayani publik, salah satunya dengan pengabdian profesi dalam IAI (Ikatan Arsitek Indonesia). Melalui organisasi profesi ini, dia bisa memberi solusi dan menjembatani kebutuhan masyarakat luas melalui desain.

Collab with aboday Grya Foto: Grya.co.id
Bagikan: 802 kali