arebi- rumah123.com Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Menyelenggarakan The Biggest Real Estate AREBI Summit 2019 di Jakarta. AREBI Berharap Bisa Memperbanyak Anggota dan Memperbaiki Kualitas Agen Properti. AREBI Juga Ingin Menjalin Kerja Lebih Erat dengan Pemerintah (Foto: Rumah123/AREBI/Santo)

AREBI ingin meningkatkan jumlah dan juga kualitas agen properti. Asosiasi juga berharap adanya dukungan pemerintah dalam mewujudkannya.

Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) menyelenggarakan perhelatan akbar The Biggest AREBI Real Estate Summit 2019 di Jakarta pada Kamis (21/11/2019).

Sekitar 800 agen properti atau broker mengikuti acara ini. Tiket sudah terjual habis atau sold out lima hari sebelum acara ini berlangsung.

Baca juga: AREBI Selenggarakan Rakernas dan The Biggest AREBI Real Estate Summit 2019

Acara ini mengusung tema “Sinergi Broker Properti dengan Pemerintah dan Developer di Era Digital.” Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Suhato membuka acara tahunan AREBI ini secara resmi.

The Biggest AREBI Real Estate Summit 2019 ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dadang Rukmana serta Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan I Gusti Ketut Astawa.

Selain itu, para pendiri AREBI, pengurus DPP (Dewan Pengurus Pusat) dan DPD (Dewan Pengurus Daerah) AREBI, ASEAN Real Estate Network Alliance (ARENA), dan Real Estate Indonesia (REI) juga ikut hadir dalam acara ini.

Diskusi AREBI Hadirkan Sejumlah Pembicara yang Kompeten

The Biggest AREBI Real Estate Summit 2019 ini juga menyelenggarakan diskusi menarik. Diskusi ini menghadirkan sejumlah pembicara yang berkompeten. Mereka adalah pejabat pemerintah, developer, hingga portal properti.

Diskusi pertama menghadirkan Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan I Gusti Ketut Astawa, Timothy Chang (Hong Kong Kingland Group), Sutedja S. Darmono (Jababeka Group), Jason Tan (Millennium Group), dan Aldo Rambe (Facebook Indonesia). Associate Director Ray White Indonesia Erwin Karya menjadi moderator dalam diskusi ini.

Sementara, diskusi kedua menghadirkan Naraya Ciputra Darmawangsa (Ciputra Group), Henry Riady (Lippo Group), Alex Kusuma (Agung Sedayu Group), dan Irvan Ariesdhana (99.co). Ketua Kehormatan AREBI Darmadi Darmawangsa menjadi moderator dalam diskusi kedua ini.

Baca juga: AREBI: Belum Ada Laporan Mengenai Century21 Terkait Senayan City

The Biggest AREBI Real Estate Summit 2019 ini juga diisi dengan sesi motivasi. CEO Maestro Consulting Handoko Wignjowargo menjadi pembicara dalam sesi ini.

Handoko pernah bekerja di perusahaan pengembang Ciputra. Pada 2003, dia mendirikan Maestro Consulting. Handoko juga dikenal sebagai kolumnis dan staf pengajar di beberapa program pascasarjana.

AREBI Ingin Tingkatkan Kualitas Anggota dan Pererat Hubungan dengan Pemerintah

Sebelum menyelenggarakan acara The Biggest AREBI Real Estate Summit 2019, asosiasi juga melakukan Rakernas (Rapat Kerja Nasional). Asosiasi juga merayakan ulang tahunnya yang ke-27.

Asosiasi ini berdiri pada 17 November 2019. Saat ini, AREBI telah mempunyai 14 DPD yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kepulauan Riau, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan.

Pada akhir 2019, DPP AREBI berencana untuk membentuk 2 DPD lainnya. Sementara untuk kantor agen properti yang sudah menjadi anggota AREBI mencapai 1.245 perusahaan.

Baca juga: Gelaran Akbar AREBI: Rakernas, Real Estate Summit, Seminar, dan Talk Show

Ketua Umum DPP AREBI Lukas Bong menyatakan AREBI akan terus meningkatkan jumlah anggota dengan membuat banyak kegiatan yang memberikan manfaat bagi anggota. Hal ini akan membuat AREBI akan semakin dikenal eksistensinya.

“Selain itu, jumlah broker properti bersertifikat dan perusahaan broker properti legal yang memiliki Surat Izin Usaha Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4) juga akan ditingkatkan,” ujar Lukas seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Rumah123.com.

Hal ini dilakukan agar agen properti di Indonesia bisa semakin profesional dan mampu bersaing di era perdagangan bebas. Lukas juga ingin jumlah DPD dan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) AREBI terus ditambah dan diperhatikan.

Baca juga: Lukas Bong Jadi Ketua Umum AREBI Usai Munas VIII

Lukas juga berharap AREBI bisa meningkatkan hubungan kerja sama dengan pemerintah. Dia juga berharap pemerintah bisa lebih mendukung industri agen properti.

Caranya dengan menerapkan aturan individu agen properti harus memiliki sertifikasi properti. Saat ini, pemerintah baru mewajibkan perusahaan broker properti mempunyai SIU-P4. Pemerintah juga sudah melakukan razia perusahaan agen properti yang tidak memiliki izin di beberapa daerah.

“Ke depan pemerintah harus lebih mendukung broker dan lebih tegas yakni melakukan razia perusahaan broker properti dan individu broker properti harus memiliki sertifikat. Ini telah dilakukan di beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” kata Lukas lagi.

Baca juga: AREBI: Pemerintah Harus Tertibkan Broker Ilegal

Bagikan: 605 kali