Ilustrasi. Foto: Rumah123/GettyImages
   

Tahun Politik (2018-2019) bikin sebagian orang ketar-ketir, terutama mereka yang bergulat dengan dunia pemasaran dan penjualan properti. Akankah orang tetap beli properti?

“Tahun Politik ini ada peluang orang menyimpan dananya dengan membeli properti. Pasar properti seken dan primer akan menyerap permintaan tersebut. Tetapi, kalau yang muncul adalah suasana ketakutan, maka masyarakat akan menyimpan uangnya di bank atau emas,” kata Ketua Umum DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), Hartono Sarwono, di acara One21 Annual Award and Recognitions Night 2018, Selasa (27/2/2018).

Baca juga: Annual Awards Jadi Ajang Century 21 Beri Apresiasi Kepada Agen Properti

Terkait prospek penjualan properti melalui jasa broker pada 2018, menurut Hartono, pasar masih menjanjikan sekalipun tahun ini adalah Tahun Politik Pilkada.

Prospek pasar properti, lanjutnya, juga akan ditentukan oleh arah kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan, semisal BI 7-Day Repo Rate, Tax Amnesty, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), hingga lanjutan Paket Kebijakan Ekonomi.

Meski pasar properti masih menjanjikan di Tahun Politik, namun para agen properti tentunya tak boleh lelah dan lengah untuk terus berusaha dan saling mendukung. Ingat, broker properti merupakan profesi yang berkontribusi besar bagi perkembangan industri properti nasional yang kini tumbuh dengan pesat.

Baca juga: Gelar Rakernas, AREBI Perjuangkan Legalitas dan Profesionalitas Broker Properti

AREBI terus mendorong anggota broker untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan pemasaran properti di Indonesia, supaya peran broker bisa lebih meningkat dalam memajukan industri properti.

Terkait hal tersebut, Hartono memuji terobosan yang dilakukan Century21 Indonesia yang merilis aplikasi One21 untuk mensinergikan 6.000 broker anggotanya. Dia menyebut hal ini sebagai langkah maju yang signifikan dan patut diapresiasi.

“Seharusnya terobosan dan inovasi seperti ini juga diikuti oleh broker properti lain. Terus melakukan inovasi dalam mengorganisasikan pekerjaan penjualan dan pemasaran karena pasar butuh solusi untuk memudahkan mereka bertransaksi,” ujar Hartono.

Bagikan: 3013 kali