tanah wakaf               Mungkin kamu pernah bertanya apakah tanah wakaf bisa diambil oleh ahli waris, artikel ini akan mengulas mengenai hal tersebut, simak ya.

Seringkali tanah wakaf menjadi sengketa yang melibatkan ahli waris dengan sang penerima amanat wakaf atau wakif.

Di antara kasus yang banyak terjadi adalah ahli waris (keluarga atau anak) pemilik tanah ingin mengambil lagi aset yang sudah diwakafkan. Bisakah demikian?

Pada artikel sebelumnya di Rumah123.com, memang sudah dibahas mengenai bisakah tanah wakaf dijual.

Seperti kita ketahui bersama tanah wakaf terkait erat dengan hukum Islam, pemanfaatan tanah wakaf pun bisa dibuat berbagai macam fasilitas untuk kepentingan umum,

Biasanya, tanah wakaf digunakan untuk masjid, musala, majelis taklim, sekolah, jalan umum, dan tempat pemakaman umum (TPU).

Tanah wakaf juga bisa dimanfaatkan untuk kemauan dan peningkatan ekonomi umat, serta kemajuan kesejahteraan umum lainnya.

Asalkan tidak bertentangan dengan hukum syariat dan perundang-undangan tentang wakaf.

Dasar Hukum Tanah Wakaf

Tanah Wakaf

Adapun wakaf artinya menyerahkan suatu hak milik yang tahan lama zatnya kepada seorang nadzir atau suatu badan pengelola.

Bila ditilik lebih lanjut, wakaf merupakan salah satu bentuk infak untuk membelanjakan harga yang dituntunkan dalam ajaran agama Islam.

Untuk ketentuan hasil atau pemanfaatnya digunakan kepada hal-hal yang sesuai dengan ajaran syari’at Islam.

Meski demikian, dasar hukum wakaf telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf (UU Wakaf).

Ada pula Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004, peraturan mengenai wakaf.

Apakah Bisa Tanah Wakaf Diambil Kembali oleh Ahli Waris?

Tanah Wakaf

Melansir dari laman Hukumonline.com, benda (tanah) yang diwakafkan bukan lagi hak milik yang mewakafkan.

Dan bukan pula menjadi hak milik tempat menyerahkan benda yang diwakafkan.

Dengan adanya ikrar wakaf, maka terlepaslah hubungan hukum kepemilikan tanah dari pemilik awalnya.

Pasalnya, wakaf yang telah diikrarkan tidak dapat dibatalkan, hal ini didasari atas Pasal 3 UU Wakaf.

Harta benda yang sudah diwakafkan dilarang dijadikan jaminan, disita, dihibahkan, dijual, diwariskan, ditukar, serta dialihkan dalam bentuk pengalihan hak lainnya.

Jadi, siapapun yang ingin menjual ataupun mewariskan, dapat diancam pidana penjara paling lama 5 tahun/pidana denda paling banyak Rp500 juta.

Bisa disimpulkan dari penjelasan di atas bahwa ahli waris tidak dapat atau tidak berhak untuk mengambil tanah wakaf itu kembali.

Solusi Penyelesaian Sengketa Tanah Wakaf

Lain halnya bila dikemudian hari ditemukan adanya pelanggaran hukum, misalnya persyaratan wakif ternyata tidak dipenuhi.

Atau bila di kemudian hari diketahui tanah yang telah diwakafkan ternyata milik orang lain.

Bila timbul perselisihan tanah wakaf, maka upaya pertama penyelesaiannya adalah melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.

Namun, jika sengketa tanah wakaf tidak berhasil diselesaikan dengan musyawarah, kamu bisa menempuh mediasi, arbitrase atau jalur pengadilan.

Adapun penyelesaian perselisihan terkait tanah wakaf dan ahli waris bisa diajukan ke Pengadilan Agama setempat

Semoga artikel ini bisa menjawab mengenai pertanyaan kamu mengenai bisakah tanah wakaf diambil kembali oleh ahli waris.

Bila ingin membaca artikel dan berita mengenai hukum pertanahan lainnya, kamu bisa mengakses situs properti Rumah123.com.

Pilihan terbaik untuk memiliki rumah tapak di Malang, Jawa Timur pastinya adalah Citra Garden City Malang.

Bagikan:
174 kali