Perumahan Subsidi Kelapa Gading Sigi yang terkena gempa Sulteng selamat dari kerusakan berkat rujukan bangunan anti-gempa dari Kementerian PUPR saat membangunnya. Foto: Rumah123/Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
 

Gempa Bumi di Sulawesi Tengah (Sulteng) berakibat banyak bangunan dan rumah yang hancur. Tapi, ada beberapa bangunan dan rumah yang selamat dari guncangan gempa tersebut. Di antaranya, Perumahan Subsidi Kelapa Gading di Kabupaten Sigi dan Rumah Susun Sederhana Sewa Aparatur Sipil Negara (Rusunawa ASN) di Kabupaten Donggala.

Perumahan Subsidi Kelapa Gading di Desa Klukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi yang ikut tekena gempa juga tak mengalami kerusakan yang signifikan. Direktur Utama PT Abdi Jasa Developer, Suparman, di lokasi perumahan ini seperti dikutip dari keterangan tertulis Biro Komunikasi Kementerian PUPR mengatakan, kondisi bangunan rumah tidak mengalami retak dan rusak walau diguncang gempa. Apa rahasianya?

Konstruksi bangunan rumah tersebut mengikuti spesifikasi yang ditetapkan Kementerian PUPR. Pada bagian fondasi menggunakan batu kosong yang berfungsi sebagai penyeimbang gerakan kalau terjadi getaran kuat yang disebabkan oleh gempa.

Baca juga: Rumah Rp100 Jutaan di Perumahan Kelapa Gading Ini Laris Manis Lho!

Sebagai rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Perumahan Kelapa Gading mendapat bantuan Prasarana Sarana Umum (PSU) berupa jalan lingkungan beton. "Perumahan ini jadi pilihan utama MBR karena kami membangun sesuai acuan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah, serta mendapat subsidi dari pemerintah," kata Suparman.

Dibangun di atas lahan seluas 82 hektare, Perumahan Kelapa Gading berkapasitas membangun 6.500 rumah. Pembangunan perumahan ini sudah dilakukan sejak 2012 dengan total rumah MBR sebanyak 826 unit dan Non-MBR (komersial) sebanyak 241 unit.

 
Rusunawa ASN di Komplek Kantor Pemerintahan, Jl. Ebony No. 1, Donggala, Provinsi Sulteng yang dibangun pada 2016-2017 oleh Kementerian PUPR hanya mengalami keretakan di dinding, sementara struktur bangunannya tak rusak meskipun sudah diguncang gempa berkekuatan magnitude 7,4. Foto: Rumah123/Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
 

Rusunawa ASN yang dibangun pada 2016-2017 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut hanya mengalami keretakan di dinding, sementara struktur bangunannya tak mengalami kerusakan meskipun sudah diguncang gempa berkekuatan magnitude 7,4.

Rupanya bangunan Rusunawa ASN tersebut dibangun oleh Kementerian PUPR menggunakan metode struktur precast. Setiap unit bangunan 4 lantai tersebut memiliki 90 unit bertipe 24 yang dapat menampung sekitar 180 orang. Setiap unit dilengkapi tempat tidur, kursi meja, lemari, listrik, air, dan jalan lingkungan.

Lokasinya di Komplek Kantor Pemerintahan, Jalan Ebony No. 1, Kel. Gunung Bale, Kec. Banawa, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulteng. Biaya pembangunannya waktu itu Rp12,67 miliar yang dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana PT. Robinson Maju Bersama dan Konsultan MK PT. Yodya Karya.

Baca juga: Rumah Tahan Gempa Bukan Cuma Risha, Juga Ada Rika dan Ruspin

Spesifikasi bangunan tahan gempa yang direkomendasikan oleh Kementerian PUPR tersebut terbukti merupakan solusi untuk mengantisipasi bangunan di wilayah rawan gempa. Untuk Bumi Nusantara yang secara geografis memang rawan gempa, bangunan anti-gempa seperti ini pantas dijadikan rujukan saat membangun. Iya gak?

 
Bagikan: 1556 kali