Yield adalah hal penting untuk diketahui kamu yang berbisnis sewa menyewa properti!

yield adalah - rumah123.com

Istilah dalam dunia properti memang bisa dibilang cukup sulit. Tapi mau tak mau kita harus mengertinya, mengingat istilah tersebut punya makna penting. Salah-salah dalam mengartikannya, bisa-bisa kita yang rugi ketika bertransaksi. Salah satu istilah yang kerap disebut adalah yield. Apa itu yield? Singkatnya, yield adalah keuntungan. 

Yield sebenarnya tak hanya menyangkut dunia properti, melainkan dunia investasi secara keseluruhan. Namun di kali ini, yang akan dibahas adalah yield di dunia properti. Seperti apa sih pengertian yield di bidang properti, dan bagaimana perhitungannya? Berikut penjelasan selengkapnya!

Yield adalah hal penting untuk diketahui kamu yang berbisnis sewa menyewa properti

Dalam dunia properti, yield adalah keuntungan nilai sewa per tahun dibandingkan dengan harga properti pada saat itu. Umumnya besaran yield akan menjadi patokan potensi sebuah properti yang disewakan. Seperti apa contohnya? Berikut ilustrasinya.

Baca juga: Mau Kredit Rumah? Cek Dulu Bank dengan Bunga KPR Terbaru 2019 Ini!

Ilustrasi yield:

Ratna membeli sebuah rumah di bilangan Depok, Jawa Barat dengan harga Rp 1 miliar. Lalu ia menyewakan rumah tersebut seharga Rp 50 juta per tahun. Artinya, yield alias keuntungan yang Ratna dapatkan sebesar 5%. 

Lalu, Ratna juga membeli sebuah apartemen di kawasan Tebet, Jakarta Selatan dengan harga Rp 1 miliar. Lalu apartemen tersebut laku disewakan dengan harga Rp 100 juta per tahun. Yield yang didapatkan Ratna adalah 10%. 

Jumlah uang yang sama, bisa menghasilkan yield yang berbeda-beda untuk setiap kawasan dan jenis properti. Yield apartemen di kawasan Tebet, lebih tinggi ketimbang yield rumah di kawasan Depok. 

Baca juga: Hati-Hati! Bisnis Rumah Kontrakan Bikin Rugi Kalau Kamu Gak Paham 5 Hal Ini

Tak semua orang memilih properti dengan yield tinggi

Dari ilustrasi di atas mungkin sebagian besar dari kamu akan menyangka bahwa setiap investor properti akan memilih untuk berinvestasi pada properti dengan yield tinggi. Misalnya seperti apartemen, ketimbang rumah. Namun, tak selamanya teori tersebut berlaku. 

Sebab hingga saat ini, rumah tapak masih banyak dipilih oleh orang Indonesia, ketimbang apartemen. Belum lagi, di balik yield yang tinggi, terdapat risiko yang tinggi pula. Misalnya seperti apartemen, yang membutuhkan proses cukup panjang untuk dilakukan renovasi. Mungkin sebagian orang akan mempertimbangkan kembali risiko-risiko ini. 

Itu dia penjelasan mengenai yield. Semoga artikel ini bermanfaat untukmu!

Bagikan: 2937 kali