Isu riba merupakan hal yang sangat mudah digoreng saat ini. Apa itu riba menurut para ahli? Ini dia penjelasan lengkapnya.

apa itu riba

Berdasarkan hukum syariat islam, riba merupakan salah satu jenis dosa besar. 

Namun pada prakteknya sehari-hari, riba merupakan suatu hal yang jamak dalam proses transaksi perbankan maupun finansial.

Lantas, apa itu riba secara mendetail? Untuk itu simak pembahasannya berikut ini. 

Apa itu riba berdasarkan pengertian harfiah

Secara harfiah, riba bermakna tambahan atau meminta lebih dari nilai maupun jumlah yang disepakati. 

Jika ditelisik lebih dalam, makna tambahan atau meminta kelebihan dari jumlah awal sudah tidak sesuai dengan prinsip syariah islam. 

Dalam hal ini ada beberapa pendapat ahli mengenai apa itu riba.

Misalnya menurut Qadi Abu Bakar Ibnu Al Arabi dalam bukunya “Ahkamul Quran”.

Ia menyebutkan definisi riba adalah setiap kelebihan antara nilai barang yang diberikan dengan nilai barang yang diterima.

Dan riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangan dengan ajaran islam.

Menurut al-Jurjani dalam kitab al-Ta’rifat, sebagaimana yang dikutip oleh Khoeruddin Nasution, mengatakan bahwa riba dengan kelebihan/ tambahan tanpa ada ganti/ imbalan yang disyaratkan bagi salah satu dari dua orang yang membuat transaksi (al-Riba fi al-Shar’i Huwa Fadhlun ‘an ‘Iwain Shuritha li Ahadil ‘Aqidayni).

Sementara, Menurut al-Mali sebagaimana yang dikutip oleh Hendi Suhendi, riba ialah akad yang terjadi atas penukaran barang tertentu yang tidak diketahui perimbangannya menurut ukuran syara’ ketika berakad atau dengan mengakhirkan tukaran kedua belah pihak atau salah satu.

Baca juga: 9 Langkah Mudah Beli Rumah Tanpa Riba

Macam-macam jenis riba 

Setelah mengetahui apa itu riba berdasarkan pengertian umum dan menurut para ahli, khususnya menurut alim ulama. 

Tahap selanjutnya ialah mengetahui macam-macam jenis riba yang umum diterapkan pada lembaga keuangan maupun perbankan. 

Adapun macam-macam riba dapat dijelaskan sebagai berikut. 

Riba dalam transaksi utang piutang 

Dalam praktiknya, ada dua jenis riba dalam proses transaksi utang-piutang yang dideskripsikan sebagai berikut.

- Riba Qardh

Yaitu sejumlah kelebihan tertentu yang diminta pihak pemberi hutang saat mengembalikan uangnya.

Sebagai contoh si A bersedia meminjamkan uang Rp200 ribu, asalkan si B bersedia mengembalikan uang tersebut senilai Rp235 ribu.

- Riba Jahiliyah

Yaitu utang yang dibayar lebih dari pokoknya karena tidak mampu membayar dengan tepat waktu. 

Misalnya si A meminjam uang Rp1,5 juta kepada si B dengan tempo selama satu bulan pinjaman.

Setelah masa jatuh tempo, si A belum bisa mengembalikan utangnya ke si B.

Maka B, mau menambah jangka pengembalian utang, asal si A memberi tambahan dalam utangnya dengan jumlah cukup besar, sehingga tanggungannya berlipat ganda.

Riba dalam transaksi jual beli

Selain dalam proses utang piutang, riba pun juga berlaku dalam proses transaksi jual beli secara berikut. 

- Riba Fadhl

Yaitu jual beli dengan menukar barang sejenis namun dengan komposisi yang berbeda. 

Misalnya, cincin emas 24 karat seberat 5 gram, ditukar dengan emas 12 karat seberat 4 gram.

Kelebihan tersebut lah yang termasuk pada jenis riba.

- Riba Nasi’ah

Yaitu riba yang terjadi karena adanya pembayaran yang tertunda pada transaksi jual beli melalui barter barang, baik sejenis maupun berbeda jenis.

Misalnya membeli buah-buahan kecil di pohonnya, kemudian diserahkan setelah buah-buahan tersebut besar atau layak dipetik.

Misalnya membeli buah-buahan kecil di pohonnya, kemudian diserahkan setelah buah-buahan tersebut besar atau layak dipetik.

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Rumah Syariah Diminati Banyak Orang

Bunga bank sebagai bagian dari praktik riba

Dapat disadari, jika praktik riba banyak kita jumpai sehari-hari, salah satu jenisnya adalah praktik riba pada bunga bank. 

Bunga bank merupakan salah satu keuntungan yang diambil oleh bank dengan ketetapan jumlah persentase maupun jangka waktu yang dipilih oleh nasabah.

Jika bunga bank kerap digunakan pada bank konvensional sedangkan bank syariah menggunakan istilah margin keuntungan.

Meski demikian, bunga bank bagi perbankan konvensional menjadi tulang punggung untuk menanggung biaya operasional dan menarik keuntungan.

Bunga bank juga memiliki beberapa manfaat sebagai berikut:

1. Bunga pinjaman, yakni balas jasa yang diberikan nasabah kepada bank atas produk yang dibeli oleh nasabah, seperti bunga kredit.

2. Bunga simpanan merupakan jenis bunga yang harus dibayar oleh bank apabila memiliki simpanan baik tabungan maupun deposito.

Selain itu, bunga tersebut juga harga yang harus dibayar oleh nasabah pada bank yang memperoleh pinjaman.

Ayat-ayat Al-Quran tentang pelarangan riba

Riba merupakan sesuatu hal yang dilarang oleh agama islam, bahkan sebaiknya penerapan riba pun dihindari supaya tidak merugikan satu sama lain.

Ada beberapa dalil dalam alquran mengenai pelarangan riba yang dapat dideskripsikan sebagai berikut.

Al-Baqarah: 275

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.

Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (Q.S Al-Baqarah: 275)

Al-Baqarah: 276

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. (Q.S Al-Baqarah: 276)

Al-Baqarah: 278

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (Q.S Al-Baqarah: 278)

Al-Imran : 130

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba. (Q.S Al-Imran: 130)

Dampak akibat praktik riba 

Riba dapat menghasilkan dampak negatif tidak hanya secara finansial maupun juga sisi kemanusiaan, yang dijelaskan sebagai berikut

1. Menyebabkan pemerasan antara orang kaya dan miskin, sehingga menjadikan orang kaya semakin berjaya dan orang miskin semakin sengsara.

2. Menyebabkan kebangkrutan usaha bila tidak disalurkan melalui kegiatan produktif.

3. Menyebabkan kesenjangan ekonomi, yang dapat mengakibatkan kekacauan sosial.

Cara mencegah praktik riba

Uraian mengenai riba dan dampak negatifnya terhadap keuangan memberikan pencerahan bagi nasabah yang ingin mendapatkan solusi keuangan sesuai syariat islam.

Sebaiknya, hindari praktik riba dan gunakan bank syariah yang sesuai dengan syariat maupun dasar hukum islam. 

Karena perbankan dan lembaga keuangan syariah akan memberi keuntungan bagi kedua belah pihak dan halal. 

Untuk cari tahu tips dalam mengelola keuangan secara lengkap, simak artikel.rumah123.com selengkapnya. 

Bagikan:
2640 kali