Ada beberapa jenis pajak yang dibebankan negara kepada warganya. Dalam hal properti, salah satu jenis pajak yang paling umum dikenakan adalah Pajak Bumi dan Bangunan.

pajak bumi dan bangunan - rumah123.com

Bagi kamu yang punya properti sendiri, pasti pernah mendengar istilah satu ini karena rutin membayarkannya setiap tahun. 

Tapi sudahkah kamu tahu pengertian dan fungsi PBB secara keseluruhan? Atau justru, kamu hanya rutin membayarkannya tanpa mengerti apa yang sudah kamu bayarkan tersebut? Nah, supaya kamu memahami seputar PBB dari A hingga Z, sebaiknya baca sampai habis artikel satu ini. 

Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan

Seperti namanya, PBB merupakan pajak yang dikenakan kepada pemilik bangunan di atas tanah, baik itu badan maupun perorangan. Pihak-pihak tersebut dikenakan pajak karena mereka mendapatkan keuntungan ekonomi dari tanah dan bangunan yang dimiliki. PBB termasuk pajak yang bersifat kebendaan, alias pajak yang hanya memperhatikan sifat objek pajaknya saja, tanpa memperhatikan kondisi subjek pajak.

Objek pajak pada PBB

Dalam pajak bumi dan bangunan, ada dua objek yang dijadikan acuan, yaitu sebagai berikut:

1. Bumi: Permukaan bumi, misalnya seperti tanah, kebun, sawah, pekarangan

2. Bangunan: Konstruksi bangunan yang ditancapkan di dalam bumi. Misalnya rumah tinggal, gedung usaha, pusat perbelanjaan.

Subjek pajak pada PBB

Sedangkan subjek pajak pada PBB meliputi orang pribadi maupun badan usaha yang memiliki hak atas bumi, memperoleh manfaat atas bumi, memiliki bangunan, menguasai bangunan, atau memperoleh manfaat atas bangunan.

Faktor-faktor pengenaan pajak pada PBB

Setelah mengetahui tentang pengertian PBB, saatnya mengetahui darimana asalnya besaran PBB yang harus dibayarkan. Faktor-faktor pengenaan pajak pada PBB adalah beberapa hal berikut ini:

1. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP): 

NJOP adalah taksiran harga rumah dan bangunan yang dihitung berdasarkan luas dan zona rumah serta bangunannya. Taksiran NJOP disesuaikan setiap tiga tahun sekali oleh Kementerian Keuangan. Semakin besar nilai NJOP-nya, tentu semakin besar PBB yang harus dibayarkan.

Baca juga: Apa Itu NJOP? Penting Nih Buat Kamu yang Mau Jual Beli Rumah!

2. Nilai Jual Kena Pajak (NJKP):

NJKP adalah bagian dari NJOP. Nilainya selalu bergantung pada besarnya nilai NJKP. Besaran NJKP sendiri dibagi menjadi dua, yaitu:

- Objek Pajak Perkebunan dan Pertambangan adalah 40%

- Objek Pajak Perdesaaan dan Perkotaan bervariasi tergantung dengan NJOP.

3. Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP):

NJOPTKP merupakan sebuah batasan nilai tidak dikenakan pajak. Menurut keputusan dari Kementerian Keuangan, batas dari NJOPTKP maksimum adalah Rp 12 juta kepada setiap wajib pajak.

Itu dia penjelasan seputar Pajak Bumi dan Bangunan. Dengan memahaminya, kamu bisa tahu faktor apa saja yang memengaruhi besaran pajak PBB yang harus kamu bayar. Semoga artikel ini bermanfaat ya untukmu!

Bagikan: 3129 kali