KRK Sumber: NU Bekasi

KRK atau Keterangan Rencana Kota adalah surat yang sangat dibutuhkan oleh pengusaha maupun perusahaan untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Meskipun kegunaannya cukup krusial, namun gak semua orang memahami Keterangan Rencana Kota secara menyeluruh.

Mulai dari definisi, tujuan, manfaat, dasar hukum, syarat berkas hingga cara membuatnya.

Kalau kamu sedang bingung dan ingin mencari tahu lebih jauh mengenai KRK.

Simak ulasan lengkap mengenai Keterangan Rencana Kota Berikut ini.

Pengertian KRK

Pengertian krk (Pixabay)

Keterangan Rencana Kota merupakan dokumen yang berisi peta yang dilengkapi dengan keterangan secara rinci mengenai pemanfaatan suatu bidang tanah.

Surat Keterangan Rencana Kota diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai salah satu syarat utama dalam rencana izin pendirian pembangunan serta sebagai pedoman luas wilayah yang dapat digunakan untuk mendirikan sebuah proyek bangunan.

Tujuan pembuatan KRK

Tujuan KRK (Pixabay)

Sebagai salah satu dokumen yang penting dalam pembangunan sebuah proyek.

Pembuatan Keterangan Rencana Kota tentunya memiliki beberapa tujuan seperti:

- Salah satu syarat pembuatan IMB - Untuk mengetahui rencana kota pada lokasi yang dimohonkan - Sebagai bukti bahwa sebuah proyek dijalankan secara legal - Memenuhi segala persyaratan yang diajukan oleh pemerintah terkait pembangunan atau kegiatan usaha.

Dasar hukum KRK

Dasar hukum KRK (Pixabay)

Dasar hukum Keterangan Rencana Kota tertuang pada:

- Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan dan Gedung.

Selain dari pemerintah pusat, Keterangan Rencana Kota juga memiliki dasar hukum yang dibuat oleh masing-masing Pemerintah Kota atau Kabupaten.

Berikut ini adalah salah satu contoh dasar hukum KRK di DPMPTSP DKI Jakarta.

- Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

- Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

- Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Pergub Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Syarat mengurus KRK

Syarat KRK 4 (Pixabay)

Melansir website SIPP Kemenpan RB, berikut ini adalah daftar syarat mengurus Keterangan Rencana Kota.

1. Formulir permohonan yang ditandatangani permohonan.

2. Fotocopy bukti status diri (KTP).

3. Fotocopy bukti pembayaran PBB Tahun terakhir.

4. Fotocopy bukti penguasaan tanah yang Sah bisa berupa: A. Sertifikat, B. Letter C/D SKPT.

5. Surat pernyataan berkaitan dengan permohonan Keterangan Rencana Kota yang diajukan.

6. Bila pemohon berbadan Hukum dilampiri akta pendirian badan Hukum (PT, CV, Firma, Yayasan Dst).

7. Surat Kuasa (Bagi pengurusan yang dikuasakan).

8. Surat-Surat yang dianggap perlu: A. Rekom ketinggian bangunan dari instansi teknis (Dishubkominfo) untuk bangunan dengan ketinggian lebih dari 4 Lantai. B. Persetujuan prinsip atau izin lokasi dari Walikota.

Cara membuat KRK

KRK 5 (Pixabay)

1. Pemohon datang ke Dinas Penataan Ruang mengambil dan mengisi formulir.

2. Berkas permohonan diagendakan kepada pomohon diberi arsip permohonan.

3. Dilaksanakan proses pengukuran dan cek lapangan.

4. Diproses sesuai dengan ketentuan berlaku.

5. Sebelum KRK diterbitkan pemohon diberi tahu untuk membayar dan setelah jadi bisa diambil di loket.

Proses pembuatan Keterangan Rencana Kota memakan waktu sekitar 15 hari kerja semenjak berkas diajukan.

Belum termasuk waktu yang dibutuhkan untuk melengkapi berkas serta persyaratan lainnya yang tidak lengkap.

Nah, itulah informasi mengenai KRK yang penting kamu ketahui.

Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti terpercaya dan aman, bisa mengunjungi laman Rumah123.com untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Bagikan:
241 kali