OK

Apa itu Basement? Ini Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya!

06 Desember 2022 · 4 min read · by Maskah Alghofar

apa itu basement dalam sebuah gedung
Basement adalah lantai bangunan yang berada di bawah permukaan tanah. Yuk simak informasi lengkapnya di sini!

Bagi kamu yang memiliki ketersediaan lahan tidak banyak alias minim bisa menggunakan basement sebagai solusi ruangan.

Pasalnya, basement merupakan ruangan yang sebagian atau seluruhnya berada di bawah tanah.

Kamu bisa menjadikan ruang bawah tanah sebagai ruangan baru atau lokasi parkir di sebuah gedung.

Solusi tersebut bisa mengakali sedikitnya lahan yang kamu miliki dan membuat bangunan lebih rapi.

Namun demikian, apa sih sebenarnya basement itu? Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Basement?

Basement adalah ruangan bawah tanah yang biasanya ada di sebuah bangunan bertingkat.

Kendati demikian, banyak hunian yang juga mulai menerapkan pembangunan vertikal dengan membuat basement di bawah rumahnya.

Basement bisa terdiri dari satu ruangan atau beberapa ruangan di satu lantai.

Selain itu, ruang bawah tanah bisa lebih dari satu lantai dan memiliki beberapa lantai ke bawahnya.

Biasanya, gedung-gedung menggunakan basement sebagai garasi mobil khusus penghuni atau pengunjung gedung.

Oleh karena itu, secara definisi basement merupakan bagian bagunan atau lantai yang letaknya berada di bawah permukaan tanah atau lantai dasar sebuah bangunan (ground floor).

Fungsi Basement

Secara penggunaan bangunan, ruang bawah tanah ini memiliki fungsi yang sama dengan lantai di atasnya.

Hanya saja, beberapa basement banyak digunakan sebagai ruang tambahan agar penataan gedung menjadi lebih rapi.

Misalnya sebagai ruang parkir, gudang, ruang utilitas, hingga ruang kerja biasanya.

Jika melihat dari strukturnya, ruang bawah tanah memiliki fungsi utama, di antaranya:

  • Membantu memperdalam dasar pondasi sehingga berpengaruh pada kenaikan besarnya daya dukung tanah.
  • Memperbesar stabilitas konstruksi bangunan terhadap gaya geser yang mungkin terjadi pada bangunan.

Jenis-Jenis Basement

Ruang bawah tanah memiliki beberapa macam jenis dengan karakteristik yang berbeda. Berikut ulasannya.

Walk-up Basement

"Apa

Jenis basement ini memiliki akses keluar dan masuk sendiri dengan pintu dan tangga.

Artinya kamu tidak harus selalu melalui bagian dalam rumah untuk menuju lokasi ini.

Namun, akses tangga rumah menuju ruang bawah ini akan lebih rentan licin dan tergenang karena berada di area luar rumah.

Oleh karena itu, pastikan kamu rutin untuk memeriksanya apalagi saat musim penghujan tiba.

Walk-out Basement

"apa

Jenis ruang bawah tanah selanjutnya adalah walk-out basement yang banyak dimiliki rumah di daerah landai.

Pembuatan ruang bawah tanah jenis ini memungkinkan sebagian dari ruangan ini diakses dari luar dan dalam rumah.

Dengan demikian, kamu bisa menuju ruangan ini melalui akses dari lantai di dalam rumah atau dari luar rumah.

Biasanya, jenis ruang bawah tanah ini banyak berguna untuk pembuatan garasi, kamar bawah tanah, atau ruangan maintenance.

Look-out Basement

"Look-out

Berbeda dengan dua jenis ruang bawah tanah sebelumnya, Look out basement tidak memiliki akses keluar masuk langsung.

Pasalnya, hanya ada satu tangga yang ada di bagian dalam rumah sehingga penghuni tidak bisa keluar langsung dari ruang bawah tanah ke luar rumah.

Biasanya, hal ini terjadi karena jenis ruang bawah tanah tidak sepenuhnya berada di dalam tanah melainkan ada posisi yang sejajar.

Cellar

basement Cellar

Sumber: laurabradbury.com

Cellar merupakan sebuah ruang bawah tanah yang dibangun secara khusus untuk tempat penyimpanan makanan dan minuman, seperti menyimpan minuman beralkohol wine atau anggur.

Oleh karena itu, cellar biasanya menjadi ruangan bawah tanah yang memiliki suhu terjaga sepanjang tahun.

Hal yang Harus Diperhatikan saat Membuat Basement

Membangun ruang bawah tanah di dalam gedung atau rumah memang tidaklah mudah.

Sebab kamu harus memperhatikan banyak faktor agar bangunan di atas ruang bawah tanah ini tidak terpengaruh.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu memperhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Jenis Tanah

Jenis tanah akan mempengaruhi kohesi atau gaya tarik menarik antara partikel dalam tanah.

Alhasil, jika struktur bagunan di atasnya kurang kuat akan terpengaruh dengan gaya gesernya yang semakin besar.

Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian material dan struktur pembangunan ruang bawah tanah agar lebih stabil bagi ruangan di bawah dan di atasnya.

2. Kepadatan dan Ketebalan Beton

Faktor selanjutnya yang perlu kamu perhatikan adalah bagian kepadatan dan ketebalan beton.

Biasanya ada pengujian daya tahan beton atau slump test untuk pembangunan ruang bawah tanah ini.

Pada umumnya beton untuk ruangan di bawah ini terbuat dari beton dengan ketebalan 15 sampai 17,5 cm sesuai pada kedalaman lantai tersebut.

3. Tinggi Muka Air Tanah

Sebelum memutuskan untuk membuat ruangan bawah tanah sebaiknya perhatikan bagian tinggi muka air tanahnya, ya.

Sebab, setiap daerah memiliki ketinggian muka air yang berbeda-beda.

Dengan demikian, kamu perlu memastikan agar posisi ruangan ini berada di atas batas air tanah agar tetap aman.

***

Itulah pengertian apa itu basement, fungsi, dan  jenisnya.

Semoga bermanfaat untukmu, ya, Property People!

Temukan artikel menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Cek juga informasi menarik seputar properti dan gaya hidup di Google News Rumah123.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena Rumah123.com akan selalu #AdaBuatKamu.


Tag: ,


Maskah Alghofar
Maskah Alghofar

Penulis Rumah123.com. Lulusan Penerbitan yang pernah menjadi wartawan hukum dan senang menulis kesehatan, gaya hidup, dan properti.