hibah wasiat

Masih bingung dengan apa itu hibah wasiat dan bagaimana prosedurnya? Tidak perlu bingung, simak ulasan berikut ini untuk memahaminya.

Pernahkah kamu mendengar, ada orang tua yang ingin mewariskan harta mereka kepada anaknya ketika mereka masih hidup? Hal ini dinamakan hibah wasiat lo.

Beberapa orang tua banyak yang melakukan hal ini, dengan alasan supaya pembagian jelas dan anak-anak mereka mendapatkan haknya sebelum mereka tiada.

Karena di Indonesia, banyak sekali kasus perselisihan antar saudara terkait pembagian warisan ketika orang tua mereka sudah meninggal.

Hal inilah yang membuat orang tua seringkali membagikan harta yang mereka miliki jauh sebelum mereka meninggal atau ketika masih hidup.

Akan tetapi, jika pemberian hak waris dilakukan ketika masih hidup, maka namanya pun bukan warisan, melainkan hibah wasiat.

Apakah itu hibah wasiat dan bagaimana prosedur tentang hal ini? Rumah123.com akan menjelaskannya untuk kamu. Simak dengan teliti ya, supaya paham.

Apa Itu Hibah Wasiat?

Hibah wasiat merupakan pemberian barang-barang atau barang tertentu oleh pewaris kepada orang tertentu, yang telah ditetapkan oleh pewaris dalam surat wasiatnya.

Lalu apa bedanya dengan hibah? Hibah merupakan pemberian suatu barang dari seseorang kepada orang lain dengan cuma-cuma.

Pada kasus hibah, pemberian barang biasanya dilakukan pada saat pemberi hibah masih hidup, sedangkan pada hibah wasiat merupakan bagian dari wasiat.

Hibah wasiat dibuat pada saat pemberi hibah masih hidup, tetapi pelaksanaannya dilakukan pada saat pemberi hak ini telah meninggal dunia.

Hal ini pun telah dijelaskan dalam Pasal 957 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata).

Prosedur Membuat Hibah Wasiat

Seperti dilansir dari beberapa sumber, salah satunya dari Hukumonline.com, hibah wasiat dalam Islam memiliki porsi 1/3 dari total nilai harta.

Hal ini untuk menghindari adanya sengketa dengan orang-orang terpengaruh langsung dari pembagian harta warisan pada masa mendatang.

Syarat Membuat Hibah Wasiat

Dalam agama Islam sendiri, hibah wasiat hampir sama kedudukannya dengan sedekah, karena didasarkan atas kesukarelaan dan mengharap rida Tuhan.

Harta yang dihibahkan pun dapat berupa apa pun, seperti uang, rumah, benda bergerak, atau aset lainnya yang nilainya tidak boleh lebih dari 1/3 harta yang akan diwarisakan.

Beberapa syarat membuat hibah wasiat di antaranya:

1. Pemberi hibah wajib memiliki harta yang akan diberikan secara legal.

2. Harta tersebut harus diberikan dengan rasa tulus dan tanpa paksaan.

3. Orang yang akan memberikan hibah, wajib berusia 21 tahun atau lebih, berakal sehat, dan tulus memberikan sebagian hartanya.

4. Harta yang dihibahkan baru dapat dipindahtangankan setelah pemberi meninggal dunia.

Pemberian atau pembuatan wasiat dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan dengan 2 orang saksi.

Prosedur Pembuatan Hibah Wasiat

Berdasarkan KUH Perdata PAsal 839, pembuatan akta hibah wasiat harus dilakukan berdasarkan surat wasiat dan diketahui oleh notaris.

Surat tersebut kemudian diketik dan kemudian akan disimpan oleh notaris untuk dibuat akta penyimpanan.

Sementara itu, dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 195 ayat 1, hibah wasiat dapat dilakukan secara lisan di hadapan 2 orang saksi.

Pelimpahan harta tersebut juga dinyatakan secara tertulis dan disaksikan oleh 2 orang saksi atau pun notaris.

Pembuat hibah harus secara tegas menyatakan siapa saja yang menerima hibah waris, nilai harta benda, hingga hal-hal terkait penyerahannya.

Kamu dapat konsultasikan pembuatan akta ini dengan notaris atau praktisi hukum yang kamu percaya.

Sebelumnya, Rumah123.com pernah membahas mengenai surat wasiat dan juga mengenai akta hibah, kamu bisa menyimak.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Prasada Mahata.

Bagikan:
193 kali