mrt jakarta corona Ilustrasi Penumpang MRT Jakarta. Pengelola MRT Jakarta, PT MRT Jakarta Akan Memeriksa Suhu Tubuh Para Penumpang Kereta. Mereka yang Demam Akan Dilarang Naik Kereta MRT (Foto: Rumah123/JakartaMRT.co.id)

Pengelola MRT Jakarta melakukan antisipasi penyebaran virus corona dengan melarang penumpang yang demam untuk naik kereta. 

Presiden Joko Widowo mengumumkan bahwa ada dua warga negara Indonesia yang terkena virus corona atau Covid-19 pada Senin (2/3/2020). 

Dua orang tersebut adalah ibu dan anak perempuannya. Mereka tinggal di sebuah perumahan di Depok, Jawa Barat. 

Kedua pasien ini dirawat dan dikarantina di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di kawasan Tanjung Priok, Jakarta. 

Mereka sempat melakukan kontak dengan warga negara Jepang. WN Jepang ini dinyatakan positif corona di Malaysia. 

Setelah pengumuman oleh Presiden Joko Widodo ini, berita ini pun viral melalui sosial media, aplikasi percakapan, media, dan lainnya. 

Indonesia sempat menjadi salah satu negara yang tidak memiliki orang yang terjangkit oleh virus corona. 

Hal ini sempat membuat sejumlah negara heran dan khawatir. Wabah virus corona sudah menyebar ke luar China. 

Virus ini menyebar pertama kali di Wuhan, China, Setelah itu, sederetan negara mulai mendeteksi adanya penyebaran virus di negara mereka. 

Indonesia sendiri sempat menyatakan tidak ada orang yang positif terkena Covid-19. Meskipun sejumlah negara tetangga sudah terkena virus ini. 

Selama ini, hanya ada orang yang diduga terjangkit virus corona atau suspect. Selain itu, puluhan orang Indonesia yang pernah tinggal di Wuhan juga sudah dinyatakan tidak terkena virus ini. 

Adanya pengungkapan kasus virus corona pertama di Indonesia, tentunya membuat semua pihak harus melakukan antisipasi. 

Pengelola angkutan publik pun melakukan cara untuk mencegah penyebaran virus corona ini lebih luas. 

Penyebaran virus corona ini di beberapa negara memang terjadi lantaran adanya kerumunan. Salah satunya di gereja di Korea Selatan. 

Operator MRT Jakarta Akan Memerika Suhu Badan Seluruh Penumpang 

Pengelola MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta, PT MRT Jakarta akan melarang masuk penumpang dengan gejala demam. 

Operator akan memeriksa temperatur tubuh seluruh penumpang di setiap pintu masuk stasiun MRT Jakarta. 

“Penumpang yang menunjukkan gejala demam tinggi tak boleh masuk area stasiun MRT,” ujar Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin seperti dilansir dari situs berita online Kumparan.com

MRT Jakarta pun sudah melakukan koordirnasi dengan satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dalam mencegah penyebaran virus corona. 

Pengelola sudah menerbitkan peraturan direksi untuk mengatasi penyebaran virus corona di transportasi massal ini. 

PT MRT Jakarta  juga sudah melaksanakan sosialisasi kewaspadaan virus Covid-19 ini melalui media sosial mulai akhir Januari 2020. 

Edukasi untuk penumpang juga dilakukan melalui sejumlah media lainnya. Kamaluddin menyatakan ada diskusi bertema pentingnya pola hidup higienis dalam mencegah virus. 

Sementara itu, Kementerian Perhubungan menyatakan belum akan membatasi operasional transportasi umum. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. 

Dua kementerian ini akan meningkatkan upaya dalam mengantisipasi penyebaran virus corona tersebut. 

Budi juga memberikan imbauan kepada masyarakat pengguna angkutan umum atau transportasi publik untuk menggunakan masker. 

Baca juga: Mungkinkah Penyebaran Virus Corona Berdampak Kepada Investasi Properti?

Baca juga: WHO Umumkan Status Darurat Global Terkait Virus Corona

Bagikan:
1811 kali