saham properti

Sejumlah saham properti anjlok, ada yang menurun tajam nyaris separuh, pandemi Covid-19 tentunya menjadi menjadi penyebabnya penurunan hal ini.

Pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum menujukkan tanda-tanda akan berakhir membuat semua pihak terdampak, tak terkecuali para pengusaha properti.

Hal ini tentu saja membuat para pengusaha properti tersebut pusing tujuh keliling, pastinya berimbas pada penjualan properti dan juga harga saham properti.

Penjualan properti yang terus merosot tajam membuat developer sulit untuk melakukan pemasaran selama masa pandemi, meski bisa memanfaatkan digital marketing.

Bahkan, banyak dari pengusaha tersebut yang terpaksa melego aset-aset mereka, seperti melepas gedung atau tukang guling aset.

Selain itu, sejumlah crazy rich juga menjual aset berharga mereka seperti rumah tinggal yang berada di kawasan elite ibu kota.

Saham Properti Anjlok dalam Setahun Terakhir

Dilansir dari laman berita online CNBCIndonesia.com, empat saham emiten properti besar yang mengalami penurunan harga tertinggi dalam setahun terakhir.

Tentunya, penurunan harga saham ini terkait dengan potensi kerugian yang bisa dialami para pemegang saham pengendalinya.

Secara umum, ada kurang lebih 54 saham properti atau terkait industri properti yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia atau BEI.

Dari jumlah tersebut,  20 saham di antaranya melorot, 21 saham naik, dan 13 sisanya stagnan dalam 12 bulan terakhir.

Selain itu, dari sekitar 20 saham properti yang jatuh, mayoritas di antaranya termasuk ke dalam perusahaan pengembang kecil-menengah.

Hal ini memunjukkan bahwa terjadinya fenomena orang kaya yang banyak menjual aset mereka, fakta yang terjadi belakangan ini.

Berbanding terbalik, di pasar modal justri mayoritas properti kelas kakap justru naik sehingga membuat pemegang sahamnya meraih keuntungan.

Empat saham yang mengalami penurunan tertinggi dalam setahun ini terdiri dari, Pollux Properti Indonesia, Duta Pertiwi, Intiland Development, dan Lippo Karawaci.

Apabila melihat dalam setahun terakhir, saham POLL (Pollux Properti Indonesia) menjadi saham yang paling parah mengalami penurunan yaitu sebesar 46,47%.

Perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang secara komersial beroperasi dari tahun 2017,  pemiliknya keluarga pengusaha asal Kalimantan Barat, Po Sun Kok.

Di bawah saham POLL, ada saham emiten properti dari Grup Sinar Mas yang anjlok sekitar 22,01% dalam setahun terakhir.

Selanjutnya, ada saham DILD atau Intiland yang juga anjlok 5,49% dalam setahun kemarin, penurunan yang jauh berbeda dari dua emiten sebelumnya.

Dan terakhir, saham emiten properti Grup Lippo, LPKR juga turun, meskipun hanya turun sedikit, yaitu sebesar 0,65% dalam setahun belakangan.

Bagi kamu yang memiliki saham-saham emiten di atas, bagaimana? Apakah ikut merasakan penurunan harga saham yang signifikan? Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan berita mengenai update pandemi Covid-19 dan juga industri properti. Saatnya membidik Urban Signature sebagai pilihan berinvestasi properti atau hunian vertikal terbaik di kawasan Jakarta Timur.
Bagikan:
213 kali