angin duduk

Angin duduk kerap ditandai dengan rasa nyeri dada akibat otot jantung kurang mendapatkan pasokan oksigen dari aliran darah. 

Pasokan darah ke otot jantung terganggu karena adanya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah.

Menurut American Heart Association, angina atau angin duduk bukanlah suatu penyakit. 

Ini adalah salah satu gejala dari masalah jantung, biasanya disebabkan oleh penyakit jantung koroner (PJK). 

Jenis angina pun beragam, yaitu angina mikrovaskular, angina prinzmetal, angina stabil, angina tidak stabil, dan angina varian.

Penyebab Angin Duduk

Melansir Alodokter, angin duduk terjadi ketika pembuluh darah jantung (koroner) mengalami penyempitan. 

Pembuluh koroner jantung berfungsi untuk mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke otot jantung. 

Hal ini agar jantung dapat memompa darah dengan baik.

Namun, ketika pembuluh koroner ini mengalami penyempitan, suplai oksigen untuk otot jantung akan terganggu. 

Hal ini membuat jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal. 

Kondisi ini juga dikenal dengan penyakit jantung koroner.

Penyebab penyakit jantung koroner adalah pembentukan plak atau tumpukan lemak di pembuluh darah koroner (aterosklerosis). 

Pembuluh darah koroner yang sudah menyempit tersebut bisa semakin menyempit saat penderita melakukan aktivitas.

Angin duduk juga dapat muncul akibat pembuluh darah koroner menyempit sesaat karena otot pembuluh darah yang menegang. 

Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang sedang beristirahat.

Baca Juga: Ini 9 Gejala Kanker Serviks yang Kerap Tidak Disadari Para Wanita

Gejala Angin Duduk

Untuk mengantisipasi angin duduk, kamu perlu mengetahui gejala-gejala jika kamu mengidap angin duduk. 

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut gejala-gejala angin duduk yang perlu kamu waspadai:

- Rasa nyeri pada dada yang bisa menjalar pada lengan, leher, rahang, dan juga punggung.

- Sesak napas diakibatkan oleh kurangnya pasokan oksigen yang masuk pada jantung.

- Tubuh merasa lemas.

- Terasa mual dan pusing.

- Tubuh mengeluarkan keringat secara berlebihan.

- Mengalami perasaan yang gelisah.

Namun, perlu diperhatikan jika tidak semua nyeri pada dada adalah gejala dari angin duduk. 

Sebaiknya segera istirahat dan konsultasikan pada dokter jika kamu mengalami tanda-tanda di atas. 

Terlebih lagi jika kamu pernah memiliki riwayat sakit jantung.

Diagnosis Angin Duduk

Melansir Alodokter, dokter biasaya akan memeriksa gejala-gejala yang muncul pada pasien sebagai langkah awal. 

Dokter juga akan menanyakan riwayat gejalanya, waktu munculnya gejala, dan hingga menanyakan riwayat kesehatan keluarga.

Nantinya kamu akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum, seperti pengukuran berat badan dan pengukuran tekanan darah. 

Untuk mengetahui penyebab munculnya angin duduk, dokter juga melakukan pemeriksaan:

Elektrokardiografi (EKG)

EKG bertujuan untuk mengamati irama aliran listrik jantung, yang dapat bermasalah saat penderita mengalami penyakit jantung koroner. 

Tes ini dilakukan pasien saat tidak beraktivitas atau sambil melakukan aktivitas fisik, biasanya berjalan di atas treadmill atau mengayuh sepeda statis.

Ekokardiografi

Tes ini bertujuan untuk mengamati struktur jantung  menggunakan gelombang suara. Ekokardiografi dapat memperlihatkan adanya kelainan pada struktur jantung, misalnya kerusakan otot jantung.

Kateterisasi jantung

Kateterisasi jantung dilakukan untuk melihat pembuluh darah koroner jantung. 

Pengeceka ini menggunakan sinar Rontgen yang dibantu oleh zat pewarna yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah.

CT scan

CT scan memperlihatkan gambaran struktur dan kelainan pada jantung.

Bila penderita mengalami angina duduk tidak stabil, dokter akan meneliti keberadaan enzim jantung di dalam darah. 

Dengan begitu, dokter dapat melihat tanda terjadinya kerusakan pada organ jantung akibat serangan jantung.

Selain itu, pemeriksaan darah dapat digunakan untuk mengetahui kadar gula, kolesterol, serta fungsi ginjal. 

Ha itu berguna mengetahui faktor risiko serta menentukan obat-obatan yang akan diberikan.

Baca Juga: Seperti Apa Gejala Kanker Usus Besar yang Dialami Oleh Pemeran Black Panther?

Pencegahan Angin Duduk

Terdapat berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk angin duduk, antara lain:

- Berolahraga.

- Mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung.

- Menghindari makanan yang berbahaya bagi jantung.

- Menjaga berat badan ideal.

- Membatasi konsumsi minuman beralkohol.

- Berhenti merokok.

Itulah beberapa hal yang harus kamu ketahui seputar angin duduk serta cara pencegahannya. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Roseville hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
9463 kali