utang negara soeharto

Andai saja presiden Soeharto tidak lengser pada tahun 1998 lalu, banyak orang beropini bahwa utang luar negeri Indonesia tidak sebanyak hari ini. Fakta kah?

Beberapa waktu yang lalu, pemerintahan Presiden Jokowi mencatatkan nominal utang luar negeri tertinggi di angka lebih dari Rp6000 triliun.

Banyak orang yang merasa was-was akibat angka tersebut yang semakin membengkak dan kemampuan bayar pemerintah apakah memadai.

Terlepas dari hal tersebut, ternyata di era-era Presiden sebelumnya juga pemerintah mencatatkan utang luar negeri yang cukup banyak.

Contohnya seperti di era mantan Presiden Soeharto.

Di era Orde Baru, jumlah utang Indonesia ke negara lain ternyata tidak sebanyak hari ini.

Berbagai opini bergulir di masyarakat andai Presiden Soeharto tidak lengser mungkin utang luar negeri RI tidak akan sebanyak hari ini.

Apakah hal tersebut benar?

Yuk, langsung saja kita simak ulasan singkatnya di artikel berikut ini.

Andai Soeharto Tak Lengser, Utang RI akan Lebih Baik?

Presiden soeharto utang luar negeri Sumber: Tribunnews.com

Melansir informasi dari Liputan6.com yang dihimpun dari data Kementerian Keuangan, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia (PDB) Indonesia dari Presiden ke Presiden lainnya mencatatkan angka yang bervariasi.

Presiden ke-2 Soeharto yang lengser bulan Mei 1998 meninggalkan utang Rp551,4 triliun atau ekuivalen US$ 68,7 miliar. 

Saat itu, rasio utang mencapai 57,7% terhadap PDB Indonesia

Memasuki tahun 2015 ketika Jokowi sudah memimpin Indonesia sebagai Presiden, utang pemerintah pusat naik menjadi Rp 3.165,2 triliun atau US$229,44 miliar. 

Rasio utang terhadap PDB meningkat menjadi 27,4%.

Namun satu yang harus kamu ingat bahwa nominal tersebut juga meningkat seiring inflasi yang terjadi.

Sedangkan di tahun 2021, pemerintahan Jokowi mencatatkan utang Indonesia sebesar Rp6,91 kuadriliun pada Desember 2021. 

Sementara, rasio utang terhadap PDB tercatat mencapai 41%.

Jika melihat data rasio utang terhadap PDB tersebut, ternyata belum tentu jika Presiden Soeharto tidak lengser pada 1998, utang luar negeri RI akan lebih baik.

Banyak faktor yang mempengaruhi mengenai nominal serta persentase rasio utang luar negeri Indonesia terhadap PDB.

Nah, itulah ulasan singkat mengenai opini masyarakat andai Presiden Soeharto tidak lengser, mungkin utang luar negeri RI tidak sebanyak hari ini.

Semoga artikel di atas bermanfaat, ya!

Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman Rumah123.com dan 99.co untuk mendapatkan penawaran terbaik seperti di Cisauk Point Tangerang.

Buka lembaran baru, wujudkan impianmu dan kami selalu #AdaBuatKamu.

Jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel Rumah123.com.

Bagikan:
372 kali