Roof under construction.Installation mineral wool insulation.

Pernahkah terpikir oleh Anda sebuah gedung pencakar langit yang terbuat dari kayu? Ya, dari kayu. Tak lama lagi, proyek ini akan dibangun Amerika Serikat, tepatnya di Portland, Oregon. Pembangunanannya direncanakan mulai Oktober tahun ini.

Seperti dilansir dari architecturaldigest.com, Selasa (19/1), pembangunan gedung multifungsi berlantai 12 ini merupakan proyek kolaborasi antara firma lokal Lever Architecture dan pengembang properti Project^. Material kayu benar-benar digunakan di seluruh gedung sebagai bahan utama, tidak hanya untuk lantai, pintu, dan furnitur.

Baca juga: Mt Hellix Tawarkan Investasi Hunian di Amerika

’’Kami tertarik pada proyek ini karena ingin mengeksplor hubungan antara material, pengalaman, dan lingkungan, serta bagaimana cara kami membuat dampak atas kehidupan dan lingkungan dalam sebuah kesatuan,’’ kata pendiri Lever Architecture, Thomas Robinson.

Alasan penggunaan kayu pada gedung ini, selain merupakan desain baru yang inovatif, juga mengingat sifat kayu yang fleksibel, kokoh, dan lebih ringan ketimbang bahan-bahan seperti beton dan baja.

Struktur bangunan akan berpusat di sekitar inti vertikal yang terlihat dan ditutupi dek atap kolom kayu. Hal ini dilakukan untuk menonjolkan desain inovatif bangunan tersebut.

Emisi Karbon Rendah

Kerangka bangunan termasuk panel berlapis kayu, dirancang dari tumpukan kayu. Sedangkan lantai dan langit-langit didesain dengan kayu yang dilapisi lem pada balok dan kolomnya.

’’Kerangka gedung ini berdiri sebagai bentuk atau model ekologi perkotaan yang berkelanjutan,’’ kata Robinson.

Rencananya di dalam gedung yang diperkirakan selesai pada 2017 ini akan dilengkapi ruang komunitas untuk menampilkan pameran berupa dokumentasi pembuatan gedung dan dampaknya, serta sebuah teras taman di lantai dua. Sementara lantai dasar bisa digunakan untuk berbagai ritel. Ruang perkantoran akan ditempatkan di lantai lima.

Baca juga: Dubai Rancang Kota Aladdin

Dengan mengusung filosofi  ’’Forest to Frame’’ yang mencerminkan hubungan antara konstruksi perkotaan dengan industri manufaktur kayu di perdesaan, proyek ini secara tidak langsung menciptakan banyak peluang di kedua industri yang saat ini tengah terpengaruh resesi.

Pembangunan gedung yang belum dinamai ini memiliki emisi karbon lebih rendah dengan penggunaan energi yang jauh lebih sedikit dibandingkan gedung dari bahan baja dan beton.

Baca juga: Pengembang Amerika Bidik Konsumen Indonesia

Bagikan: 1474 kali