Alat penghemat listrik dijual di pasaran dengan iming-iming bisa mengurangi tagihan listrik. Ternyata hasil riset menunjukkan sebaliknya!

alat penghemat listrik - rumah123.com

Banyak sekali pedagang yang menjual alat penghemat listrik di pasaran.

Klaimnya, alat tersebut mampu menghemat energi listrik dan bahkan mampu mengurangi tagihan listrik bulanan.

Dengan iming-iming seperti itu, tak heran banyak orang yang tertarik akan produk ini. 

Tapi yang masih menjadi pertanyaan, apakah benar alat tersebut memiliki fungsi sesuai klaimnya?

Jangan terburu-buru membelinya. Simak dulu kebenarannya dari penjelasan berikut ini!

Jenis-jenis dan harga alat penghemat listrik yang beredar di pasaran

Di pasaran, alat penghemat listrik itu setidaknya terdapat dua jenis, yakni alat yang berisi kapasitor yang dipasang pada aliran listrik. 

Selain itu, juga ada alat yang berbentuk kartu atau disebut smart card. 

Cara kerja alat yang satu ini bisa memancarkan ion-ion penghemat listrik, BBM bahkan Gas.

Alat yang berbentuk kapasitor biasanya dijual dengan harga sekitar Rp 1 juta.

Alat yang berbentuk smart card banyak dijual secara multi level marketing (MLM) dengan harga Rp 350 ribu.

Pada beberapa produk yang dipasarkan, terdapat juga kapasitor yang dilengkapi saklar, lampu indikasi dan voltmeter (pengukur tegangan).

Baca juga: Syarat & Cara Mendapatkan Keringanan Tarif Listrik dari PLN Selama Corona

Cara kerja alat penghemat listrik

Seperti apa seharusnya alat penghemat listrik bekerja?

Alat tersebut mengurangi atau memperkecil penyerapan daya reaktif oleh beban induktif, sehingga daya semu akan turut mengecil. 

Ketika daya semu mengecil dan semakin mendekati daya aktif, arus listrik yang terangkai otomatis ikut mengecil. 

Inilah cara kerja penghemat listrik yang seharusnya.

Menurut riset, alat penghemat listrik terbukti tidak efektif kurangi daya listrik

Para ahli telah meneliti mengenai hal ini. 

Dan menurut hasil riset, alat penghemat listrik yang dijual di pasaran ternyata tidak terbukti efektif untuk mengurangi daya listrik, apalagi tagihan listrik.

Melansir dari Mediaindonesia.com, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah melakukan kajian di berbagai laboratorium teknik melalui pengukuran langsung nilai daya dan energi, sudut fasa, harmonisa, juga pengamatan bentuk gelombang arus dan tegangan dengan menggunakan peralatan Power Quality and Energi Analyzer serta Osiloskop.

Pengukuran dilakukan pada dua kondisi yaitu ketika alat kompensator daya digunakan maupun tanpa alat kompensator daya.

Hasil kajian dari berbagai merek dagang itu ditemukan bahwa penggunaan alat kompensator daya tidak memberikan dampak terhadap konsumsi daya aktif oleh beban.

Karena itu  dipastikan alat kompensator daya tersebut tidak dapat membantu mengurangi konsumsi energi pada pelanggan dan tidak mempengaruhi pengukuran energi pada kWh meter.

Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah menyebutkan semua alat penghemat listrik yang diteliti di laboratorium dan beredar di pasaran merupakan komponen pasif yang terdiri dari kapasitor dengan rangkaian pendukungnya.

"Saat dipasang pada beban rumah tangga, alat ini malah bisa memperburuk faktor daya dan justru akan memperbesar energi terukur. Jadi alat penghemat listrik hampir pasti tidak bisa mengurangi tagihan listrik,” ujar Dwi.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, PLN mengimbau seluruh pelanggan untuk tidak memasang alat penghemat listrik yang ditawarkan karena tidak terbukti dapat mengurangi tagihan listrik bahkan akan meningkatkan pengukuran energi listrik.

Baca juga: Ini Syarat dan Biaya Pasang Listrik Token Prabayar

Penggunaan alat penghemat listrik di rumah justru berisiko

Dilansir dari Detik.com, hasil riset yang dilakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan penghemat listrik justru berisiko. 

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu menyebut bahwa listrik selain bermanfaat bagi kehidupan manusia tetapi juga memiliki potensi risiko. 

Jika alat tersebut tidak berfungsi mengurangi rekening listrik dan justru mengandung risiko, maka ini yang akan membahayakan konsumen.

"Siapa yang tahan dengan listrik? Karena itu bisa kesetrum. Karena alat tersebut kalau dayanya lebih rendah dari parameter yang tertera di alat, maka bisa nyetrum. Semakin kecil daya yang tersimpan di dalam alat kapasitor akan semakin besar. Ini juga bisa konslet dan atau menimbulkan kebakaran," ujarnya.

Cara tepat untuk menghemat daya listrik dan mengurangi tagihan listrik rumah

Dari riset-riset yang telah dilakukan, terbukti bahwa memakai alat penghemat listrik ternyata tidak efektif mengurangi daya listrik atau pun mengurangi tagihan listrik.

Bahkan, penggunaan alat tersebut di rumah menimbulkan risiko konslet bahkan kebakaran.

Maka sebaiknya kamu menghindari penggunaan alat tersebut. 

Daripada rugi dua kali karena sudah mengeluarkan kocek untuk membeli alat tersebut dan menerima risikonya, sebaiknya kamu menggunakan cara manual untuk menghemat listrik. 

Peningkatan tagihan biasanya sejalan dengan penambahan penggunaan listrik. 

Jika pemakaian peralatan elektronik bertambah, tentu daya listrik yang dibutuhkan juga meningkat, dan tagihan pun akan melonjak. 

Untuk itu, cara menghematnya adalah dengan mengubah kebiasaan. 

Misalnya dengan mengurangi penggunaan alat elektronik, dan melakukan pencabutan listrik yang tidak terpakai. 

Bagikan:
1555 kali