infrastruktur indonesia china

Pembangunan Infrastruktur Indonesia sangat dipengaruhi oleh Tiongkok. Apa saja faktor yang menjadi latar belakang? Simak selengkapnya di sini!

Bukan rahasia umum jika Indonesia memiliki keterikatan khusus dengan Tiongkok, bukan hanya dalam perdagangan namun juga infrastruktur.

Bukti nyata yang jelas ada pada pembangunan Kereta Cepat Indonesia China yang akan segera rampung pada akhir kuartal keempat 2022. 

Untuk diketahui, pembangunan Kereta Cepat Indonesia China banyak ditentang oleh para ekonom karena tidak memiliki aspek manfaat yang baik, bahkan ada ahli yang berpendapat sampai kiamat tak balik modal.

Meski demikian, ada beberapa alasan penting mengapa pembangunan infrastruktur Indonesia dipengaruhi oleh Tiongkok.

Apa saja yang menjadi pertimbangan Indonesia melakukan kolaborasi infrastruktur dengan Cina?

Simak pembahasannya bersama-sama!

Alasan Tiongkok dipilih Bangun Infrastruktur Indonesia, Ternyata Sudah Ada Sejak Lama 

Simak beberapa faktor pemilihan Tiongkok untuk bangun infrastruktur di Indonesia melalui berbagai fakta terlengkap sebagai berikut : 

1. Sudah Ada Sejak Era Soekarno

Soekarno dan Mao Zedong Sumber : Geotimes.id

Hubungan diplomasi Indonesia dan Tiongkok sudah ada sejak 1950 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, namun terhenti karena komunisme di negara tersebut pada 1967.

Selanjutnya, pada 1990, kemudian dilaksanakan penandatanganan nota perbaikan hubungan diplomatik kedua belah pihak secara resmi.

Pembangunan infrastruktur Indonesia dan Tiongkok sudah ada sejak 2002, kemudian dilanjutkan dengan Kemitraan Strategis pada Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 2005 silam.

2. Pembangunan Infrastruktur di Indonesia Masih Memiliki Keterbatasan Dana 

Mega proyek infrastruktur 7 Sumber : Antara

Dalam praktiknya, pembangunan infrastruktur Indonesia dengan Tiongkok juga disebabkan oleh kemampuan pendanaan Pemerintah Indonesia yang sangat terbatas.

Permasalahan pendanaan infrastruktur, ditunjukkan dengan alokasi dana yang dirumuskan belum optimal.

Selain itu, alokasi dana untuk infrastruktur yang sudah ada juga masih terbatas yakni 3% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Menurut prediksi McKinsey & Company, infrastruktur Indonesia membutuhkan investasi setidaknya 600 miliar dolar dalam 10 tahun mendatang.

Namun, dalam satu dekade terakhir investasi menurun cukup tajam bahkan bisa mencapai 3 - 4 persen dari PDB. 

Oleh sebab itu, dengan hadirnya Tiongkok untuk investasi infrastruktur bisa jadi pilihan karena tanpa menggunakan APBN, namun melalui pendekatan bisnis. 

3. Kerja Sama Indonesia dan Tiongkok Lebih Menguntungkan 

jokowi proyek infrastruktur Sumber: Merahputih.com

Meski akhirnya pembangunan infrastruktur tetap menggunakan APBN, namun sistem kerjasama yang ditawarkan adalah Kerjasama Pemerintah Swasta.

Artinya, pembangunan infrastruktur ini menggunakan skema business to business dengan investasi yang dilakukan dari pihak swasta.

Dengan adanya sistem dari pihak swasta, Pemerintah akan bertugas sebagai regulator yang berkaitan dengan aturan hukum sementara dalam operasionalnya akan diserahkan sepenuhnya kepada BUMN atau swasta. 

Artinya, skema ini juga tidak ada risiko bagi Pemerintah yang akan mengganggu APBN, namun Pemerintah juga memastikan untuk menggunakan komponen dalam negeri untuk pembangunan infrastruktur.

4. Sistem Alih Teknologi 

Kereta Cepat Sumber : kcic.go.id

Pembangunan infrastruktur Indonesia yang dilakukan oleh Tiongkok juga karena sistem alih teknologi.

Sebab, Tiongkok mengizinkan Pemerintah Indonesia untuk memungkinkan adanya alih teknologi untuk anak bangsa.

Sebaliknya, Jepang tidak mencantumkan sistem alih teknologi sehingga hal ini berpengaruh terhadap keputusan Pemerintah.

Keuntungan alih teknologi juga berkaitan dengan  peningkatan daya saing SDM dan penciptaan lapangan pekerjaan langsung sebanyak hampir 39,000 jiwa untuk tenaga kerja lokal. 

5. Pengalaman Tiongkok Bangun Infrastruktur Indonesia 

kereta cepat jakarta bandung Sumber : YouTube KCIC

Selain memiliki sejarah panjang, faktor lainnya juga pengalaman dalam pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Tiongkok di Indonesia.

Pasalnya, Tiongkok sudah mempersiapkan perencanaan pembangunan infrastruktur jangka panjang di Indonesia, dengan total puluhan bahkan ratusan miliar dolar.

Menurut Laporan Bappenas, Cina akan melakukan investasi untuk 24 pelabuhan, 15 Bandar Udara, pembangunan jalan 1,000 kilometer, dan jalan kereta api sepanjang 8,700 kilometer.

Selain saluran infrastruktur transportasi, Tiongkok juga akan berinvestasi pada pembangkit listrik sebesar 35,000 megawatt (MW).

Melalui berbagai fakta tersebut, kesuksesan Tiongkok dalam pembangunan infrastruktur sudah tidak bisa diragukan lagi. 

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang alasan infrastruktur Indonesia dibangun Tiongkok. 

Temukan informasi menarik seputar properti, selengkapnya di artikel.rumah123.com

Wujudkan hunian idaman kamu seperti Gateway Park of LRT City, selengkapnya di Rumah123.com dan dan 99.co, yang pastinya #AdaBuatKamu!

Bagikan:
368 kali