jokowi1

Bukan rahasia umum orang Minang tak suka Jokowi, bahkan suara PDIP juga terus menurun dari Pemilu 2014 ke Pemilu 2019. Apakah pemicunya karena berasal dari PDIP? Simak selengkapnya di sini!

Seorang Akademisi sekaligus pegiat media sosial Ade Armando menuturkan alasan orang minang tidak suka Jokowi. Apakah sepenuhnya karena berasal dari PDIP? 

Dilansir dari kanal Cokro TV, alasan orang minang tak suka Jokowi diungkapkan oleh hasil riset dari SMRC.

Data survei tersebut dijelaskan hanya 19 persen saja warga Minang yang puas dengan kinerja Jokowi dan Ma’ruf Amin, bahkan angka ini juga jauh dibandingkan suku lainnya.

Dari survei tersebut 78% warga Jawa puas, 84% warga Batak puas, 65% warga Sunda puas, dan 63% warga Betawi puas, dan 58% warga Madura puas.

Meski keturunan Minang, Ade Armando tapi tidak paham kenapa orang Minang tak suka Jokowi bahkan hal ini menjadi mutlak dalam Pilpres 2014 dan 2019, dimana suara Jokowi di tanah Pariaman terus menurun.

“Saya sendiri keturunan Minang, tapi terus terang, saya sama sekali tidak paham dengan perilaku orang-orang minang ini. Apa sih yang dilakukan Jokowi terhadap orang Sumatera Barat, sehingga membenci pada Presiden,” papar Ade Armando.

Apa alasan orang minang tak suka Jokowi, apakah murni karena PDIP? Simak pembahasannya bersama-sama!

Alasan Orang Minang Tak Suka Jokowi 

orang minang benci jokowi Sumber: YouTube Cokro TV

Meski Jokowi membangun tanah minang, ada beberapa fakta penting yang harus kamu ketahui secara lengkap berikut ini : 

1. Faktor Sejarah Jokowi 

Ade Armando menjabarkan orang minang tak suka Jokowi disertai dengan tiga alasan konkrit.

Pertama karena faktor sejarah Jokowi yang diusung oleh PDI Perjuangan yang dimana sebagai orang sebagai jelmaan PNI masa Soekarno.

“Soekarno dianggap sebagai pemimpin Jawa yang menindas Sumatera Barat. Penindasan inilah yang melahirkan pemberontakan PRRI di Sumatera Barat yang dihabisi secara brutal oleh pasukan militer asal Jawa,” tutur Ade.

“Jadi orang minang membenci Jokowi bukan karena dia jahat dan buruk, tetapi dia dipercaya sebagai orang suruhan Megawati adalah anak Soekarno, yang dianggap musuh bebuyutan Sumatera Barat,” sambungnya.

2. Jokowi Berasal dari PDIP 

Faktor kedua orang minang tidak suka Jokowi murni karena berasal dari PDIP yang notabene berasal dari Partai Kristen dan Komunis.

“Tapi soal Kristen, tentu saja itu tidak sepenuhnya salah, sebab PDIP adalah partai yang terbentuk pada 1973 dan penggabungan PNI, Partai Murba, IPKI, Partai Kristen Indonesia, dan Partai Katolik,” sambung Ade.

3. Kaum Islamis di Minang 

Selain latar belakang dari PDIP, faktor lain orang minang tak suka Jokowi juga berkaitan dengan kaum Islamis di Minang.

Pasalnya, kaum Islamis radikal di Sumatera Barat notabene merupakan basis pendukung dari PKS.

“Sudah dua periode Gubernur Sumatera Barat dipegang oleh PKS. Dengan demikian kebencian terhadap Jokowi terjadi, bisa karena kader PKS memanas-manasi orang minang untuk membenci Jokowi,” beber Ade Armando.

Presiden Jokowi dianggap anti syariah, padahal Sumatera Barat tengah berusaha meniru Aceh sebagai provinsi yang menegakkan syariah.

“Jokowi digambarkan sebagai orang Islam abangan, yang sebenarnya tidak peduli dengan orang Islam dan dikelilingi oleh orang liberal anti Islam. Manakah penjelasan paling benar, mungkin tidak ketiga-tiganya. Tapi mungkin juga ketiganya sekaligus,” pungkasnya. 

Itulah alasan orang minang tak suka Jokowi, yang tak sepenuhnya berasal dari PDIP tapi juga faktor Islamis radikal.

Temukan informasi menarik seputar gaya hidup dan properti, selengkapnya di artikel.rumah123.com

Kamu bisa wujudkan hunian idaman seperti LRT City Cibubur, hanya di Rumah123.com dan 99.co, yang pastinya #AdaBuatKamu!

Bagikan:
577 kali