alergi makanan

Setiap orang mempunyai risiko alergi makanan, terlebih lagi jika kamu memiliki riwayat anggota keluarga yang juga mengalami keadaan tersebut. 

Alergi ini membuat seseorang jadi kesulitan dalam menikmati makanan tertentu. 

Orang kerap kali bingung dalam menangani gejala serta mendiagnosa alergi yang dideritanya. 

Untuk mengetahui alergi makanan secara lebih lanjut, yuk simak penjelasannya yang dilansir dari berbagai sumber di bawah ini:

Apa Itu Alergi Makanan?

Alergi makanan adalah reaksi alergi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengira bahwa protein dari beberapa makanan dianggap sebagai suatu ancaman yang berbahaya. 

Kondisi ini dapat bersifat akut atau tiba-tiba, tetapi dapat juga bersifat kronis atau berlangsung dalam waktu yang lama.

Faktor Risiko Alergi Makanan

alergi makanan

Ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan alergi, antara lain:

Riwayat Keluarga

Jika salah satu anggota keluarga mengidap asma, eksim, alergi debu, atau alergi lainnya, maka seseorang mempunyai risiko yang lebih besar mengalami alergi. 

Riwayat Alergi Makanan

Jika kamu pernah mengalami alergi sebelumnya, kondisi itu dapat kembali terjadi di kemudian hari. 

Faktor Usia

Bayi dan anak-anak cenderung lebih umum mengidap alergi makanan. 

Namun, seiring pertambahan usia, saluran cerna akan menjadi lebih matang dalam mencerna makanan yang dapat memicu alergi.

Penyebab Alergi Makanan

alergi makanan

Sistem kekebalan tubuh secara salah mengidentifikasi protein pada makanan tertentu sebagai sesuatu yang mengancam dan berbahaya. 

Sistem kekebalan ini memicu pelepasan Imunoglobulin E (IgE) ke dalam darah untuk menetralisir makanan yang diduga berbahaya tadi. 

Hal ini menimbulkan munculnya gejala-gejala alergi.

Makanan pemicu utama dari alergi, antara lain makanan yang berasal dari laut, seperti lobster, udang, kepiting ikan, dan protein dalam kerang.

Tak hanya itu,makanan lain yang juga berpotensi memicu alergi adalah kacang kenari, pala, hingga telur.  

Sementara pada anak-anak, alergi umumnya dipicu oleh protein dalam telur, susu, kacang-kacangan, dan gandum.

Gejala Alergi Makanan

Melansir Halodoc, ada beberapa gejala serta zat pemicu alergi yang terbagi dalam tiga jenis berdasarkan jangka waktu timbulnya, yaitu:

Immunoglobulin E

Zat antibodi dalam tubuh manusia salah satunya berasal dari immunoglobulin E atau IgE.

Gejala yang ditimbulkan biasanya terjadi tidak lama setelah pengidap mengonsumsi makanan tertentu. 

Gejala-gejalanya meliputi:

- Ruam kemerahan yang tampak timbul pada permukaan kulit.

- Gatal-gatal

- Kesemutan pada rongga mulut

- Sulit menelan

- Bengkak pada mulut, wajah, dan bagian tubuh lain

- Mual dan muntah

- Mata gatal

- Bersin

- Napas pendek atau sesak

- Pusing

- Sakit perut atau diare

Non-Imunoglobulin E

Gejala yang timbul membutuhkan waktu lebih lama, umumnya berjam-jam setelah pengidap mengonsumsi makanan tertentu. 

Gejala-gejalanya, yakni:

- Ruam kemerahan yang tidak tampak timbul pada permukaan kulit

- Gatal-gatal

- Kulit kering dan pecah-pecah, kemerahan, dan gatal

- Area kelamin dan anus tampak kemerahan

- Sembelit

- Nyeri ulu hati

- Lebih sering buang air besar

- Terdapat lendir atau darah pada kotoran saat buang air besar

- Kulit pucat

- Tampak lebih rewel pada bayi

Kombinasi Imunoglobulin E dan Non Imunoglobulin E

Pengidap alergi juga bisa mengalami gejala dari kedua jenis alergi makanan. 

Sedangkan reaksi alergi yang berat atau anafilaksis gejalanya adalah sebagai berikut:

- Jantung berdebar cepat

- Sesak nafas

- Cemas dan ketakutan yang tiba-tiba

- Tekanan darah turun drastis

- Tidak sadarkan diri atau pingsan

Cara Mendiagnosa Alergi Makanan

Dalam mendiagnosis alergi, umumnya dokter akan melakukan langkah-langkah berikut:

- Menanyakan gejala dan riwayat penyakit.

- Menanyakan riwayat penyakit alergi pada keluarga pengidap.

- Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengukur kadar imunoglobulin E dalam darah.

- Pemeriksaan tes tusuk kulit (skin prick test) dengan cara mengoleskan suatu makanan yang dapat memicu alergi kepada pengidap.

- Pengidap akan diminta untuk menghindari suatu jenis makanan yang diduga menjadi pemicu alergi selama setengah sampai satu setengah bulan. 

Jika memang pengidap alergi terhadap makanan itu, gejala tentu tidak akan timbul dalam kurun waktu tersebut. 

Gejala baru akan timbul jika mengonsumsi makanan itu kembali.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui terkait alergi makanan dan berbagai penjelasannya. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Fleekhauz BSD City hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
761 kali