Areal pemakaman yang berbatasan dengan permukiman padat penduduk di Kalibata, Jakarta. Foto. Rumah123/Dharma Wijayanto

Jadi takut punya rumah dekat kuburan setelah nonton film “Pengabdi Setan”? Jangan jugalah. Kalau danamu buat beli rumah banyak apalagi duit gak berseri, ya ngapain juga punya rumah dekat kuburan, ya kan? Beli di Pondok Indah, atau paling ga di perumahan kelas premium. Tapi, kalau kocek cekak dan butuh lokasi rumah di dalam kota supaya gak kewalahan pergi-pulang di jalanan yang macet, ya rumah dekat kuburan juga oke-oke ajalah!

Selain lokasinya yang menguntungkan, masih banyak lho keuntungan rumah dekat kuburan. Mau tahu? Dari beberapa pengalaman mereka yang bertahun-tahun tinggal dekat kuburan, ada beberapa poin yang bisa kita catat tentang keuntungan punya rumah dekat kuburan.

Baca juga: Ga Usah Takut Rumah Dekat Kuburan? Lebih Serem Rumah Pengabdi Setan Lho

Pertama, memiliki ruang terbuka hijau yang luas. Enak kan? Tinggal di dalam kota yang padat penduduk, sebut saja di Jakarta, pemandangan sekitar rumah sejauh-jauh mata memandang adalah tembok rumah tetangga. Paling gak genteng rumahnyalah.

Nah, kalau dekat kuburan, kamu punya pemandangan yang lumayan luas. Tentu saja jangan terlalu memperhitungkan nisan-nisan atau tebaran makam yang mungkin cukup mengganggu pemandanganmu. Tapi, sebenarnya bisa juga makam-makam itu menjadi pengingatmu, bahwa suatu saat hidupmu akan berakhir di makam juga, sehingga kebayang yang baik-baik ajalah ketika kamu melangkah dalam kehidupan ini.

Baca juga: Rumah Dekat Kuburan? Ga Usah Ketakutan Kayak di Film Pengabdi Setan

Kedua, lahan reservoir air. Ketika musim hujan, kalau di tempat lain mungkin kering bahkan krisi air, perumahan dekat makam mah ga gitu, mungkin karena air yang meresap di lahan kuburan saat musim hujan cukup banyak, sehingga menjadi penampung air yang memadai saat musim kemarau.

Ketiga, bisa mengais rezeki di sekitarnya. Pada musim ziarah semisal menjelang Ramadan atau Idul Fitri, penghuni rumah dekat kuburan ketiban rezeki. Misalnya, dari bersih-bersih makam atau menjual kembang untuk ditabur di atas makam. Bukan itu saja, banyak hal yang bisa jadi barang jualan, sebut saja minuman air mineral, gorengan, ojek payung kalau sedang hujan, dan lain-lainnya.

Baca juga: Tinggal Dekat Kuburan, Tak Sehoror Rumah Pengabdi Setan Kok!

Kempat, jalan pintas menuju jalan raya. Sering juga kan kamu memotong jalan melewati areal pemakaman untuk menghindari kemacetan jalan atau memperpendek jarak tempuh ke suatu tempat? Nah, penghuni rumah dekat kuburan tinggal jalan kaki sedikit sudah nyampe deh di jalan raya. Enak kan?

Akan tetapi, jangan lupakan juga gak enaknya rumah dekat kuburan. Pikirkan juga beberapa poin ini:

  • Susah kalau mau dijual lagi karena jarang lho ada orang yang suka kuburan.
  • Sulit kalau mau disewakan karena kesannya kan horor. Siapa mau?
  • Lahan bermain bagi anak-anak tidak layak. Ya iyalah, namanya juga dekat kuburan.
  • Minim penerangan saat malam. So pastilah, yang benderang kan di jalan raya, banyak deretan lampu.
  • Kantong parkir untuk roda empat ga ada. Iyalah, kan emang tempat parkir jenazah, jadi jangan ngarep banyaklah.

Jadi, nikmati saja kalau rumahmu memang dekat kuburan. Atau kalau kamu bermaksud membeli rumah dekat kuburan karena harganya yang miring juga oke kok! Lupakan si Pengabdi Setan.

Bagikan: 417 kali