rusunawa- rumah123.com Ilustrasi Rusunawa. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Akan Menyerahkan Rusunawa Pasar Rumput Kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Pada Akhir 2019 (Foto: Rumah123/Getty Images)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bakal menyerahkan Rusunawa Pasar Rumput kepada Pemprov DKI Jakarta pada akhir 2019.

Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pasar Rumput hampir mendekati penyelesaian akhir. Saat ini, pembangunan hanya menyisakan pekerjaan lanskap.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan serah terima Rusunawa Pasar Rumput kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada akhir 2019. Nantinya, rusunawa ini akan dikelola oleh Perumda Pasar Jaya, badan usaha milik daerah (BUMD) yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Rusunawa Pasar Rumput Selesai Dibangun Agustus 2019

Laman berita online Kompas.com menyitir pernyataan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Khalawi Abdul Hamid bahwa serah terima akan dilakukan pada akhir 2019.

Pekerjaan lanskap masih diselesaikan. Pekerjaan ini mencakup penataan halaman depan rusunawa agar terlihat asri.

Penyelesaian pekerjaan lanskap ini dilaksanakan di kawasan bangunan yang menjadi tempat penampungan sementara pedagang. Para pedagang ditempatkan di bangunan ini selama masa pembangunan.

Baca juga: Rusunawa KS Tubun Dikenakan Tarif Sewa Rp1,5 Juta Per Bulan

Setelah pembangunan rusunawa selesai, para pedagang dipindahkan ke bagian bawah rusunawa. Bagian bawah ini merupakan pasar. Sekedar mengingkatkan rusunawa ini sebelumnya merupakan Pasar Rumput. Pasar ini sudah ada sejak 1950-an.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sedang Mengkaji Besar Tarif Sewa Rusunawa

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta menyatakan Perumda Pasar Jaya sedang mengkaji besar tarif sewa rusunawa.

Sebelum menentukan tarif sewa, pihak pengelola membutuhkan payung hukum. Setelah ada, pengelola bisa menetapkan besaran tarif sewa.

Nantinya, para penyewa adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kompas.com melansir mereka yang terkena relokasi bisa mendapatkan keringanan.

Baca juga: Pemprov DKI Bangun Rusunawa di 10 Lokasi Pada 2019, Kamu Tertarik Ga

Sementara para pedagang sudah mulai menempati kios sejak 1 Agustus 2019 lalu. Semua kios telah terisi oleh para pedagang yang sebelumnya menempati kios. Bahkan, ada beberapa pedagang yang memiliki beberapa kios sekaligus.

Rusunawa Pasar Rumput Merupakan Kawasan Mixed Use

Rusunawa Pasar Rumput ini dibangun sejak 2016 silam. Pembangunan melalui Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Rumah Susun Ditjen Penyediaan Perumahan.

Unit rumah susun yang berada di rusunawa ini mencapai 1.984 unit rusunawa. Sementara bagian bawah ada 1.314 unit kios.

Konsep Rusunawa Pasar Rumput ini memang unik. Biasanya, ada apartemen dengan pusat perbelanjaan, kantor, atau area komersial.

Baca juga: Pengen Tinggal di Rusunawa DKI Jakarta? Ini Syarat dan Caranya!

Konsep seperti ini sebenarnya bisa menjadi solusi hunian di Jakarta. Pasar tradisional bisa diubah menjadi area mixed use dengan menambahkan rumah susun di atasnya.

Rumah susun bisa berupa rusunawa atau rusunami (Rumah Susun Sederhana Milik). Namun, rusunawa memang lebih pas karena lahan pasar merupakan milik Pemprov DKI Jakarta. Masyarakat yang tergolong MBR bisa menyewa hunian di tengah kota dengan harga terjangkau dan lokasi yang strategis.

Keterbatasan lahan di Jakarta bisa disiasati dengan konsep seperti ini. Apalagi untuk kawasan dengan padat penduduk dan membutuhkan hunian vertikal yang layak.

Baca juga: Apa Rahasia Rusunawa ASN dan Perumahan Subsidi Ini Selamat dari Gempa Sulteng?

Bagikan: 827 kali