office garbage near metal basket

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok akan menghilangkan pungutan liar (pungli) kebersihan sampah di perumahan-perumahan di Jakarta.

Sebagai solusinya, Ahok akan mengajak petugas kebersihan yang beroperasi di perumahan sebagai bagian dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mulai tahun depan. Sehingga, nantinya iuran kebersihan akan langsung disetorkan warga melalui Bank DKI ke rekening Pemerintah DKI Jakarta.

Para petugas kebersihan yang bergabung menjadi PPSU akan digaji sesuai dengan UMP (Upah Minimum Provinsi). Ahok menegaskan bahwa ia tidak menghapuskan iuran tersebut secara keselurahan.

Ahok mempersilahkan ketua RT/RW jika keberatan petugas kebersihannya bergabung dengan PPSU, dengan catatan ketua RT/RW tersebut mampu membayar iuran tersebut sesuai dengan UMP. Ahok mengingatkan jangan sampai terjadi “permainan” penyalahgunaan pungutan pengurus RT/RW dengan petugas kebersihan.

“Tapi, jangan kejadian di perumahan mewah, RT-RT di perumahannya menarik dari rumah begitu mahal, tapi yang membayar truk sampahnya siapa? Truk sampah DKI yang masuk kan enggak pantes dong,” tutur Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/12).

Ahok melanjutkan, "Sekarang ada keluhan pegawai di kantor RW dan RT itu enggak digaji UMP. Tahun depan 3,1 juta rupiah sanggup enggak mereka gaji? Kalau ada oknum yang main, tambah lagi main, dia enggak cukup duitnya. Jadi meresnya sama warga. Ujung-ujungnya oknumnya nyogok sopir truk sampah datangin ambil? kan enggak boleh seperti itu," tuturnya menegaskan.

Mantan Bupati Belitung Timur tersebut mengungkapkan bahwa RT/RW yang menolak bergabung justru rugi. Sebab, kecil kemungkinan para pengurus akan mampu membayar sesuai dengan UMP tahun depan.

Bagikan:
1686 kali

Redaksi Rumah123.com

Alamat

Level 37 [email protected]
Jl. Casablanca Kav.88
Jakarta Selatan
Jakarta 12870
Indonesia