Ilustrasi agen properti sedang berbincang dengan calon pembeli - Rumah123.com Ilustrasi agen properti sedang berbincang dengan calon pembeli - Rumah123.com

Profesi agen properti bisa dibilang cukup menjanjikan. Pasalnya, properti akan selalu menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Ditambah lagi, untuk memulai profesi ini tak membutuhkan modal besar ataupun keahlian yang terspesialisasi. Siapapun, dengan gelar apapun, bisa menjadi agen properti.

Namun, bukan berarti menjalani profesi ini akan mulus-mulus saja jalannya. Seperti pekerjaan lainnya, menjadi agen atau broker properti juga ada tantangannya, apalagi jika kamu baru terjun ke dunia ini. Salah satu tantangan terbesar yang banyak dikeluhkan para agen pemula adalah mencari listing properti.

Bagi para agen, listing menjadi sangat penting karena dari listing lah mereka bisa mendapatkan data-data soal produk properti yang nantinya akan dijual. Semakin banyak listing, tentu peluang terjadinya penjualan atau closing menjadi semakin besar. Lalu, bagaimana cara mendapatkan banyak listing?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Rumah123.com berkesempatan untuk mewawancarai Herry Tan, Principal Ray White Summarecon Bekasi. Memulai kariernya sebagai agen properti sejak 11 tahun lalu, kini Herry berhasil menorehkan berbagai penghargaan. Ini dia tips darinya untuk mendapatkan banyak listing bagi para agen pemula!

Memanfaatkan relasi yang dimiliki

Cara paling sederhana yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan relasi yang dimiliki. Telepon saudara dan kerabat, beri informasi kepada mereka bahwa kamu sudah tergabung di dalam perusahaan agen properti. Lalu tanyakan kepada mereka apakah ada properti yang mau dijual atau tidak.

Baca juga: Berapa Komisi yang Didapatkan Agen Properti? Ternyata Ada Peraturan Resminya!

Menelepon pemilik langsung yang menjual properti miliknya

Trik selanjutnya adalah dengan menelepon FSBO (For Sale By Owner), atau dijual langsung oleh pemilik. Istilah ini dipakai untuk mengidentifikasikan properti dijual langsung oleh pemilik tanpa melalui agen. Konsep ini lebih umum disebut "Dijual Tanpa Perantara".

Tantangannya, pemilik yang menjual rumahnya tanpa perantara biasanya memang mau memasarkan sendiri sehingga merasa tak butuh bantuan agen. Atau bisa jadi nomor telepon yang tercantum bukan nomor milik pemilik asli, melainkan milik broker tradisional, misalnya satpam, supir, atau orang lokal di sana yang mengaku sebagai pemilik. 

Tapi tenang saja, paling tidak dari 10 jumlah listing yang dimiliki, terdapat 1-2 listing yang ‘nyangkut’. Pemilik bisa setuju untuk menggunakan jasamu. Ditambah lagi, justru melalui cara ini, peluang untuk mendapatkan listing selanjutnya bisa terbuka lebar. Apabila pemilik sudah setuju, maka saatnya untuk memasang banner berisikan nama dan nomor telepon. Di sinilah jiwa kreatif agen harus digunakan. 

Gunakan cara kreatif ketika menelepon FSBO

Begitu ada calon pembeli yang menghubungi, ada trik khusus yang bisa dilakukan. Inilah yang membedakan agen biasa dengan agen top performer. “Kalau agen biasa, ketika ada calon pembeli telepon, mungkin hanya ngasih informasi standar seputar ukuran, harga, dan sertifikat. Kalau mereka bilang mau pertimbangkan lagi, telepon akan ditutup gitu aja, nggak ada obrolan lagi,” kata Herry menjelaskan.

Lain halnya dengan agen top performer yang akan melanjutkan percakapan di akhir telepon. “Agen yang baik akan langsung tanya-tanya, mau beli rumah untuk apa? Misal jawabannya untuk mindahin kantor dan kantor yang sebelumnya mau dijual. Langsung cari celah lagi, tanya ke penelepon, mau dibantu jual nggak kantor yang sebelumnya? Nah, dari sinilah agen bisa dapetin listing,” ujar Herry. 

Kesimpulannya, agen properti harus kreatif. Ketika ada calon pembeli lain yang menghubungi, gunakan cara yang sama. Dengan begitu, listing akan datang dengan sendirinya. Setelah mendapatkan listing, tugas selanjutnya adalah untuk mendapatkan pembeli. Dalam  hal ini, agen properti harus jeli memanfaatkan media promosi, baik online seperti melalui Rumah123.com, maupun offline seperti melalui iklan baris koran.

Sesuaikan properti yang hendak dijual dengan media promosi yang akan dipilih. Walaupun era sudah serba digital, tak menutup kemungkinan iklan baris di koran juga masih dicari. Tapi, tentu saja portal properti online bisa menjangkau lebih banyak calon pembeli potensial, sehingga peluang terjual menjadi lebih besar. “Cari pembeli juga harus kreatif. Misalnya pake portal properti kayak Rumah123.com, atau pake iklan baris di koran,” jelas Herry.  

Itu dia trik sukses mendapatkan listing menurut Herry Tan. Walaupun kerap dihadapi dengan masalah seperti ini, seiring bertambahnya pengalaman, listing akan datang sendiri ke kamu. Bagaimana, apakah kamu tertarik menjadi agen properti?

Bagikan:
1835 kali