Ilustrasi (Foto: Rumah123/Pexels) Ilustrasi (Foto: Rumah123/Pexels)

Beli rumah bekas atau seken, oke-oke saja sih, selama kamu paham selahnya. Keuntungan beli rumah seken antara lain harganya lebih murah dan kondisinya gak beda jauh dari rumah baru, juga terbebas dari pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Nah, inilah hal-hal yang kudu kamu perhatikan ketika kamu berniat beli rumah seken:

Informasi Detail Kondisi Rumah

Dapatkan informasi rumah yang kamu incar secara detail. Akan lebih baik jika kamu mendapatkan informasi langsung dari sang pemillik. Informasi bisa mengenai riwayat pendirian rumah maupun alasan pemilik menjual rumah tersebut.

Kalau kamu membeli properti melalui jasa agen properti, pilihlah agen yang tepercaya dan dapatkan informasi secara maksimal dari agen. Kamu bisa mendapatkan informasi mengenai agen yang berpengalaman dari kenalan.

Kalau kamu benar-benar awam mengenai agen properti, sebaiknya pilih perusahaan properti yang kesohor dan punya kredibilitas yang baik. Keuntungan menggunakan jasa agen properti, kamu akan dibantu untuk kepengurusan dokumen jual-beli maupun untuk pengajuan KPR hingga proses selesai.

Baca juga: Beli Rumah dengan Tabungan Emas, Gini Caranya!

Kondisi Fisik Rumah

Mengetahui detail kondisi fisik bangunan sangat diperlukan, mengingat kamulah yang akan memiliki bangunan tersebut nantinya. Kepada sang pemilik, kamu bisa menanyakan usia bangunan.

Bila bangunan berdiri kurang dari 10 tahun berarti bangunan termasuk baru. Kalau berdiri 10 sampai 20 tahun, berarti sedang. Di atas 20 tahun, sudah termasuk bangunan tua.

Riwayat tanah dan bangunan juga perlu kamu cari tahu, ini demi memudahkan kamu merawatnya di kemudian hari. Semakin tua usia bangunan, kondisi fisiknya juga tidak akan maksimal. Artinya, kamu harus menyiapkan dana renovasi.

Periksalah kondisi fisik bangunan secara detail. Kamu juga bisa menggunakan jasa kontraktor untuk menilai kondisi fisik bangunan. Apa saja yang perlu kamu perhatikan saat memeriksa kondisi fisik bangunan? Antara lain: kondisi dinding, struktur rumah, kualitas lantai, kondisi atap, jaringan listrik, sumber air, sirkulasi udara.

Dukungan Lingkungan  

Keadaan lingkungan di sekitar rumah incaran kamu perlu diperhatikan, terutama untuk akses dan fasilitas-fasilitas pendukung, yakni tempat ibadah, sekolah, pasar, rumah sakit.

Selain itu, kondisi sosial lingkungan juga perlu kamu perhatikan agar kamu bisa menyesuaikan dan berdaptasi. Bukankah kamu akan menempati lingkungan tersebut dalam kurun waktu tertentu?

Baca juga: Ini Dia! Kalau Gaya Retro yang Kamu Mau

Kelengkapan Dokumen

Lakukan pemeriksaan keaslian dokumen, meliputi: setifikat, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Selain itu, pastikan nama penjual dan nama yang tertera di dokumen adalah sama. Apabila terdapat perbedaan nama, tanyakan status hubungannya.

Apabila telah dilakukan jual-beli sebelumnya, mintalah Akta Jual-Beli yang sah atas rumah tersebut. Untuk rumah yang berstatus harta warisan, tanyakan berapa banyak ahli waris yang sah, hal ini sangat penting untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari.

Survei Harga

Dapatkan informasi mengenai harga tanah dan rumah di lokasi tersebut. Dalam proses tawar-menawar, pastikan harga yang normal. Untuk harga properti penawaran biasanya berkisar 10 – 20 % dari harga yang ditawarkan.

Kamu juga bisa memanfaatkan fitur distribusi harga di situs online jual-beli rumah sebagai referensi menemukan harga pasaran properti di suatu daerah.

Tips di atas juga berlaku saat kamu membeli jenis properti yang lain, semisal apartemen, ruko, tanah maupun properti komersial lainnya. Nah, selamat berburu rumah incaranmu.

Bagikan:
1786 kali