Sebuah rumah di Jakarta Utara yang mendapat sentuhan Program Bedah Rumah DKI Jakarta. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

Kebayang gak sih kalau kamu harus tinggal sempit-sempitan di sebuah hunian? Gimana rasanya? Di Cilincing, Jakarta Utara, ada lho sebuah rumah berukuran 100 meter persegi dihuni oleh 36 penghuni. Kenyataan tersebut didapat dari Program Bedah Rumah yang baru saja diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Kamis (28/9/2017).

Bukanlah hal yang mengherankan di kota-kota besar semisal Jakarta atau Hong Kong kalau kita menemukan orang berhimpit tinggal di sebuah hunian.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (28/9/2017), Surati (45) menyatakan sudah cukup lama tinggal di rumah sempit tersebut bersama ke-7 saudaranya. Ekonomi keluarga yang minim dikatakannya sebagai penyebab dirinya dan saudara-saudaranya terpaksa tinggal berhimpitan di dalam rumah itu. "Bahkan, di dalam satu kamar ada dua KK (kepala keluarga)," tuturnya.

Baca juga: Warna Hijau dan Kuning Bikin "Fresh" Rumah Bedah di Cilincing

Sebelum ikut Program Bedah Rumah, kondisi rumah tersebut sangat memprihatinkan. Tinggi langit-langit rumah hanya sebatas tinggi orang dewasa. Tak jarang penghuni harus sedikit membungkuk saat berjalan. Selain atap rumah berlubang, juga sering bocor saat hujan, dan pernah sampai banjir kalau hujannya cukup deras.

"Sekarang agak lumayan lega, karena langit-langitnya kan ditinggiin. Jadi bisa agak napas gitu. Tapi, ya masih empet-empetan," ujar Surati.

Pemprov DKI Jakarta terus mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat. Di antaranya dengan menggandeng swasta melalui program corporate social responsibility (CSR).

Baca juga: Seperti Apa Program Bedah Rumah di Jakarta?

Setidaknya, ada 67 rumah di Cilincing, Jakarta Utara, yang mendapatkan bantuan Program Bedah Rumah dari Pemprov DKI Jakarta. Usulan sebelumnya ada 83 unit.

Nah, buat kamu yang masih ragu-ragu untuk beli rumah, cobalah merenungkan hal ini. Kalau tetap memaksakan diri untuk punya rumah di Kota Jakarta ya memang sulit. Selain lahannya yang tak bersisa lagi, kalaupun masih ada harganya pasti selangit. Jadi, layangkan pandangan pada sekeliling kota, tinggal di pinggiran kota pun tak mengapa ketimbang tinggal di dalam kota tapi berhimpitan. Gak mau kan?

Bagikan: 2799 kali