LRT jabodebek- Rumah123.com Jalan Rasuna Said di Jakarta Selatan Akan Mengalami Rekayasa Lalu Lintas Selama 10 Bulan Terkait Proyek Pembangunan LRT Jabodebek (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan akan diberlakukan rekayasa lalu lintas selama 10 bulan. Hal ini terkait proses pembangunan LRT Jabodebek rute Cawang-Dukuh Atas.

Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Ditlantas Polda Metro Jaya) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta bakal memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan mulai Sabtu (3/8/2019).

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Ditlantas Metro Jaya, AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi) M. Nasir menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas akan diberlakukan selama 10 (sepuluh) bulan dari 3 Agustus 2019 hingga 30 Mei 2020 mendatang.

Baca juga: LRT Jabodebek Beroperasi 2021, Sudah Punya Rumah di Cibubur Atau Bekasi?

Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan terkait dengan proses pembangunan LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi) rute Cawang-Dukuh Atas.

Rute ini memiliki panjang 11,5 kilometer. Rute Cawang-Dukuh Atas merupakan salah satu dari tiga rute LRT Jabodebek yang sedang dikerjakan.

“Ada pekerjaan pemasangan portal LRT Jabodetabek Cawang Dukuh Atas di Jalan Rasuna Said depan gedung KPK lama. Maka akan dilakukan penutupan di sisi Selatan Tugu 66 selama 10 bulan,” ujar Nasir seperti dikutip oleh situs berita Kumparan.com.

Baca juga: Terminal Baranangsiang Akan Direvitalisasi dan Dijadikan Stasiun Akhir LRT Jabodebek

Nasir meminta kepada para pengguna kendaraan yang biasanya melintas di kawasan ini supaya bisa memaklumi adanya rekayasa lalu lintas. Masyarakat diminta untuk menggunakan arah arus lalu lintas yang telah disediakan oleh Polda Metro Jaya dan Dishub DKI Jakarta.

“Kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas Jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu, petunjuk petugas dan mengutamakan keselamatan,” kata Nasir lagi.

Lalu lintas di sekitar kawasan Jalan Rasuna Said bakal kembali dibuka seperti biasa setelah pembangunan LRT Jabodebek selesai. Pelaksana proyek pembangunan adalah PT Adhi Karya. BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini akan bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan para pengguna jalan.

Rekayasa Lalu Lintas Jalan Rasuna Said Terkait Pembangunan LRT Jabodebek

Kendaraan yang berputar dari arah Selatan (Mampang) kembali ke Selatan (Mampang) di putaran sisi Selatan Tugu 66 dialihkan ke Kuningan Jalan Sumenep - Jalan Latuharhari - Jalan Cimahi - Jalan Imam Bonjol - Jalan Rasuna Said.

Atau kendaraan dapat melalui Jalan Latuharhari - TL (Traffic Light) Halimun - Jalan Galunggung - Jalan Gembira - Jalan Rasuna Said dan seterusnya.

Pembangunan LRT Jabodebek Terus Dikebut

Jakarta akan memiliki LRT Jakarta dan LRT Jabodebek. LRT Jakarta telah memiliki rute atau trase Kelapa Gading – Velodrome Rawamangun. LRT Jakarta telah menjalani uji coba selama beberapa kali, namun belum beroperasi secara komersial.

Proyek pengerjaan tiga rute LRT Jabodebek terus dilakukan. Tiga rute atau lintas pelayanan ini adalah Cawang – Bekasi Timur sepajang 18,5 kilometer (km), Cawang – Cibubur sepanjang 14,5 km, dan Cawang – Dukuh Atas sepanjang 11,5 km. Cawang akan menjadi stasiun transit.

Rencananya, LRT Jabodebek akan terintegrasi dengan sejumlah transportasi massal lainnya di Dukuh Atas seperti kereta bandara, bus Transjakarta, kereta rel listrik (KRL) Commuter Line, dan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu).

Bagi kamu yang memiliki hunian di Cibubur atau Bekasi, saatnya beralih ke moda transportasi massal saat LRT Jabodebek resmi beroperasi secara komersial. Kalau menggunaan LRT, kamu bisa menghemat pengeluaran sekaligus mengurangi polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

Baca juga: LRT Jakarta Resmi Terintegrasi dengan Transjakarta Koridor 4

Bagikan: 2296 kali