rumah adat aceh

Mungkin banyak orang yang mengetahui tentang rumah adat Aceh yang memiliki banyak kelebihan, salah satunya adalah tahan gempa. 

Indonesia memiliki kekayaan berupa arsitektur vernakular dengan banyaknya rumah tradisional atau rumah adat. 

Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, ada begitu banyak rumah adat. 

Setiap rumah adat memiliki kekhasan tersendiri sehingga saat melihatnya orang sudah mengetahui.

Rumah adat Aceh juga mempunyai ciri khas karena persilangan budaya Melayu dan juga budaya Islam. 

Hunian khas tersebut memiliki sejumlah nama seperti Rumoh Aceh atau Krong Bade, dan lainnya. 

Situs properti Rumah123.com akan menjelaskan sejumlah fakta menarik mengenai rumah adat Aceh. 

Rumah123.com mengambil sumber dari sejumlah situs lain perihal fakta-fakta menarik ini, yuk disimak. 

Keunikan Rumat Adat Aceh

1. Berbentuk Rumah Panggung dan Dibangun Tanpa  Paku 

Rumah adat Aceh berbentuk rumah panggung dengan tinggi tiang mencapai 2,5 meter hingga 3 meter. 

Bentuknya serupa yaitu persegi panjang yang memanjang dari timur ke barat, agar memudahkan penentuan arah kiblat. 

Saat membangun rumah ini tidak menggunakan paku dan memakai tali pengikat yang terbuat dari rotan, tali ijuk, dan kulit pohon waru. 

2. Ukiran Kayu Menjadi Lambang Status Sosial Ekonomi 

Rumah adat Aceh ini mempunyai ukiran di sekeliling eksterior rumah yang biasanya bercat terang seperti kuning. 

Ukiran ini memiliki makna terkait status sosial dan juga status ekonomi dari penghuni rumah tersebut. 

3. Rumah Adat Aceh Terdiri dari Empat Bagian 

Umumnya, rumoh Aceh ini terdiri dari empat bagian yang sama, jadi semacam bentuk yang tipikal. 

Pertama, seuramoe keue yang merupakan ruangan yang berfungsi untuk menerima tamu, bersantai, dan beristirahat. 

Kedua, seuramoe teungoh yang menjadi bagian inti rumah, ruang pribadi yang hanya bisa dimasuki penghuni. 

Bagian ini terdiri dari ruang tidur keluarga, kamar pengantin, dan juga ruang pemandian jenazah ketika ada anggota keluarga yang meninggal. 

Ketiga, seurameo likot yang menjadi tempat makan, dapur, dan area bercengkrama para penghuni rumah. 

Keempat, ruang bawah yang dipakai untuk menyimpan barang-barang pemilik rumah atau hasil panen. 

4. Didesain Anti Gempa 

Krong bade ini memang dirancang untuk tahan gempa karena Aceh memang sering dilanda gempa besar. 

Salah satu fitur yang membuat rumah ini tahan gempa adalah dibangun tanpa menggunakan paku. 

Teknik sambungan pengikat seperti ini menjadikan bangunan lebih fleksibel saat terkena guncangan keras

5. Jumlah Anak Tangga Pasti Ganjil 

Cobalah untuk menghitung jumlah anak tangga di rumah adat Aceh, jumlahnya pasti ganjil, bukan genap. 

Ini merupakan simbol religius dari masyarakat Aceh yang beragama Islam. Jumlah ganjil biasanya merujuk pada Asmaul Husna. 

6. Selalu Membasuh Kaki Sebelum Masuk ke Rumah

Biasanya, di depan rumah adat Aceh disediakan gentong air yang digunakan untuk membersihkan air. 

Mereka yang masuk rumah harus membersihkan kaki terlebih dahulu dan memiliki niat yang baik. 

7. Membungkuk Saat Masuk ke Rumah 

Tinggi pintu rumah adat Aceh lebih pendek dibandingkan dengan tinggi rata-rata orang dewasa yaitu hanya 120-150 cm (centimeter). 

Setiap orang yang masuk ke dalam rumah harus memberikan salam hormat kepada pemilik rumah dengan membungkuk. 

8. Melakukan Musyawarah Sebelum Membangun Rumah 

Sebelum membangun rumah, masyarakat Aceh biasanya melakukan musyawarah keluarga terlebih dahulu. 

Usai mencapai kata mufakat, keluarga yang ingin membangun rumah menyampaikannya kepada ulama setempat. 

Ulama akan memberikan saran agar dalam membangun rumah bisa menjadi lebih nyaman dan aman. 

9. Menggunakan Bahan dari Alam 

Rumah adat Aceh dibangun dengan memanfaatkan material dan bahan bangunan yang didapatkan dari alam sekitar. 

Material utamanya adalah kayu. Makna dari dari semua ini adalah kehidupan masyarakat dekat dengan alam.

Baca juga: Rumah Tradisional Indonesia Ternyata Tahan Gempa

Bagikan:
1203 kali